“Program keuangan berkelanjutan tidak hanya berupaya untuk meningkatkan porsi pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki multiplier effect tinggi, tapi juga untuk meningkatkan daya tahan dan daya saing lembaga keuangan di Indonesia,” kata Muliaman.
Direktur bidang Keuangan Berkelanjutan OJK, Edi Setiawan mengatakan, Indonesia membutuhkan sistem keuangan yang berkelanjutan, pasalnya Indonesia sangat lekat dengan isu-isu terkait lingkungan.
“Ini hal yang baik buat Indonesia karena lembaga keuangan bertanggung jawab secara langsung. Bank menyalurkan kredit proyek yang merusak lingkungan walaupun sudah dapat AMDAL,” terang Edi. (*) Happy Fajrian
(Baca juga: OJK Siap Keluarkan Aturan Keuangan Berkelanjutan)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More
Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More
Poin Penting Indonesia dan Korea Selatan meneken kerja sama investasi senilai Rp173 triliun, hasil kunjungan… Read More
Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More
Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More
Poin Penting DSSA mengintegrasikan bisnis energi berkelanjutan dan infrastruktur digital sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang,… Read More