“Program keuangan berkelanjutan tidak hanya berupaya untuk meningkatkan porsi pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki multiplier effect tinggi, tapi juga untuk meningkatkan daya tahan dan daya saing lembaga keuangan di Indonesia,” kata Muliaman.
Direktur bidang Keuangan Berkelanjutan OJK, Edi Setiawan mengatakan, Indonesia membutuhkan sistem keuangan yang berkelanjutan, pasalnya Indonesia sangat lekat dengan isu-isu terkait lingkungan.
“Ini hal yang baik buat Indonesia karena lembaga keuangan bertanggung jawab secara langsung. Bank menyalurkan kredit proyek yang merusak lingkungan walaupun sudah dapat AMDAL,” terang Edi. (*) Happy Fajrian
(Baca juga: OJK Siap Keluarkan Aturan Keuangan Berkelanjutan)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Oleh: Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group PERTUMBUHAN ekonomi kuartal IV tahun 2025 sebesar… Read More
Poin Penting Fakta persidangan menegaskan proses pengajuan hingga pencairan kredit Sritex berjalan tanpa intervensi direksi,… Read More
Oleh Rizky Triputra, Anggota Komunitas Penulis Asuransi indonesia (Kupasi) CHARTERED Insurance Institute (CII), sebuah lembaga… Read More
Poin Penting Pada pembukaan perdagangan 6 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun tajam dari… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 6 Februari 2026, meliputi Galeri24, UBS,… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka di level Rp16.865 per dolar AS, melemah 0,14 persen dibandingkan penutupan… Read More