Headline

OJK Imbau Perbankan Lakukan Ini Buat Transformasi Digital

Jakarta – Era disrupsi teknologi sudah tak bisa terhindarkan lagi, begitu pula di industri perbankan. Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat mengungkapkan, ada beberapa tantangan yang harus diwaspadai perbankan dalam melakukan transformasi digital. 

“Data menjadi aset yang sangat berharga dan menjadi kunci daya saing bisnis, sehingga pengelolaan dan perlindungan data nasabah menjadi hal yang krusial. Namun demikian, aspek perlindungan dan pertukaran data menjadi salah satu tantangan terbesar dalam upaya transformasi digital perbankan di Indonesia. Mengingat, belum ada payung hukum yang menjamin perlindungan dan pertukaran data pribadi nasabah,” katanya dalam Hybrid Seminar yang diadakan Infobank di Jakarta, Selasa, (29/6/2021).

Agar terhindar dari risiko, lanjut Teguh, bank juga perlu memperhatikan kesesuaian antara rencana investasi teknologi dengan strategi bisnisnya. Selain itu, kecanggihan teknologi juga perlu diimbangi oleh kesiapan digital leader dan digital talent yang memadai, baik dari sisi kualitas dan kuantitasnya, budaya organisasi yang berorientasi digital, serta desain organisai yang mendukung transformasi digital itu sendiri. 

“Tantangan lain yang perlu diwaspadai adalah potensi serangan siber. Perlu disadari, penggunaan teknologi informasi secara massif akan meningkatkan risiko serangan siber yang juga dapat berakibat pada kebocoran atau pencurian data nasabah,” tegasnya. 

Namun begitu, regulator terus mendukung transformasi digital perbankan di Indonesia, salah satunya dengan menerbitkan masterplan sektor jasa keuangan tahun 2020-2025 yang diperjelas melalui roadmap perkembangan perbankan Indonesia 2020-2025. 

Ke depannya, OJK akan menerapkan tiga prinsip dalam pengembangan transformasi digital di Indonesia. Pertama, akan mendorong inovasi pada perbankan dengan penyiapan dasar hukum reformasi regulatory framework, percepatan perizinan layanan, serta pengawasan berbasis teknologi informasi.

“Kedua, menjaga perbankan agar tetap safe and sound. Dan ketiga, menjaga kepercayaan masyarakat akan layanan perbankan digital dengan cara menyiapkan kebijakan khusus transformasi digital terkait perlindungan data nasabah, serta pengelolaan teknologi dan manajemen risiko,” kata Teguh. (*) Bagus Kasanjanu

Paulus Yoga

Recent Posts

Peluncuran Kampanye “Pensiun Gak Susah”

Kampanye ini merupakan bagian dari inisiatif Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation dalam mendorong masyarakat… Read More

5 hours ago

7 SBN Ritel Dirilis, Masih Layak Dibeli Tahun Ini?

Poin Penting SBN Ritel masih layak dibeli tahun ini karena bersifat stabil, berisiko rendah, dan… Read More

6 hours ago

Persiapan Pensiun Sejak Dini, Ini Cara Simpel Menghitung Dana yang Dibutuhkan

Poin Penting Retirement Goal Calculator dari Bank DBS Indonesia membantu menghitung kebutuhan dana pensiun secara… Read More

7 hours ago

Bancassurance DBS Tumbuh Double Digit di 2025

Poin Penting Bisnis bancassurance Bank DBS Indonesia tumbuh double digit sepanjang 2025, sejalan dengan pertumbuhan… Read More

7 hours ago

Rupiah Anjlok Nyaris Rp17.000, Menkeu Purbaya Bantah Dampak Isu Thomas ke BI

Poin Penting Rupiah melemah ke Rp16.955 per dolar AS, namun pemerintah menegaskan pelemahan ini tidak… Read More

8 hours ago

Berkat Dukungan LPEI, Madu Pelawan Buatan Zaiwan Raup Omzet Jutaan Rupiah

Poin Penting Madu Pelawan Bangka tembus pasar internasional berkat keunikan rasa pahit, warna gelap, dan… Read More

9 hours ago