Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Digital, dan Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (ITSK) OJK, Hasan Fawzi. (Foto: Khoirifa)
Poin Penting
Jakarta – Di tengah konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kian memanas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau para investor tetap tenang dan rasional menyikapi keadaan tersebut.
Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengingatkan bagi investor domestik individu atau ritel untuk terus mencermati perkembangan di sentimen global.
Ia menegaskan, pelaku pasar perlu melakukan penyesuaian terkait faktor terbaru dalam keputusan investasinya, termasuk aspek fundamental dari saham-saham yang menjadi tujuan investasi di situasi global saat ini.
Baca juga: BNI Mau Buyback Saham Rp905,48 Miliar, Minta Restu di RUPST 2026
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, sejumlah peningkatan tensi geopolitik menunjukkan investor cenderung melakukan penyesuaian portofolio ke dalam kelompok safe haven. Oleh karenanya, OJK akan mencermati potensi capital outflow investor asing.
“Nah, karenanya dalam waktu-waktu ini tentu kami akan mencermati potensi adanya capital outflow dalam jangka pendek yang perlu kita waspadai bersama bagi bagian dari dinamika respons kondisi global dimaksud,” ucap Hasan dalam Konferensi Pers RDKB dikutip, 4 Maret 2026.
Baca juga: Asing Net Sell Rp20,33 Triliun, Saham ANTM, BBRI hingga AADI Paling Banyak Dilego
Di tengah situasi ini, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki sejumlah kebijakan dan instrumen yang masih berlaku untuk menjaga stabilitas pasar, antara lain kebijakan buyback saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam kondisi tertentu yang masih diberlakukan.
Selain itu, penerapan mekanisme auto rejection bawah (ARB) diharapkan dapat menahan pelemahan harga saham tertentu.
Jika terjadi kepanikan dan one-sided market di pasar, OJK akan membuka ruang penerapan trading halt apabila terjadi tekanan signifikan. (*)
Editor: Galih Pratama
Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More
Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More
Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More
Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More
Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More
Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More