Ia pun menyarankan untuk angka pertanggungan dari produk asuransi dengan konsep fintech tidak terlalu besar, dan lebih bersifat sederhana. “Kalau bisa sekitar Rp10 jutaan paling tinggi, nilai pertanggungannya, Kemudian harga tidak terlalu mahal,” jelasnya.
Lanjutnya, jika produk-produk yang ditawarkan ke depan terlalu komplit, misalnya digabung dengan kesehatan, kecelakaan dan lain-lain, sangat sulit.
Pasalnya harus ada penjelasan yang sangat detail ke nasabah. Jangan sampai ke depan nasabah tidak mengerti akan produk yang dibelinya dan menyesal dikemudian hari. “Jadi kalau simple boleh lah dijual,”tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More
Poin Penting IHSG ditutup anjlok 1,37 persen ke 8.280,83 pada 24 Februari 2026, didorong koreksi… Read More