BEI: Gelar investor summit. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida berharap penyelenggaraan Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME) dapat menjaring banyak investor baru ke pasar modal.
Untuk mendukung hal tersebut, ia meminta perusahaan-perusahaan yang melantai di BEI juga dapat menambah jumlah saham yang dilepas ke publik. Langkah ini dilakukan agar terjadi keseimbangan antara suplai dan demain yang ada di pasar.
Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri telah menentukan, tahun depan, nilai maksimal saham yang harus dilepas emiten ke publik sebesar 7,5%. “Januari 2016 nanti BEI sudah tentukan minimal 7,5%. Kalau yang secara total saham dilepas ke publik 40% ada insentif pengurangan pajak 5%. Ini diharapkan makin banyak perusahaan yang manfaatkan,” kata Nurhaida di Jakarta, Senin, 9 November 2015.
Bukan hanya itu, Nurhaida juga beharap produk saham yang ditawarkan ke publik juga akan semakin bertambah. Hal tersebut juga berdampakan terhadap likuiditas pasar modal Indonesia.”Kami harapkan kedepan ada pengeluaran obligasi dan makin bertambah jumlah saham yang dijual di bursa saham. Maka hal itu akan menjadikan pasar modal semakin likuid,” imbuhnya.
Hal ini, tambah Nurhaida juga akan berdampak positif bagi Indonesia guna menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean yang semakin dekat.
“Kalau likuid disaat MEA kita akan semakin kompetitif dan akan semakin diminati investor asing. Nah dengan begitu market pasar modal kita akan semakin besar, dan dana yang ada dinegara kita semakin besar,” tukasnya. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More