Poin Penting:
- OJK menggandeng PKK untuk menyiapkan jutaan kader sebagai agen literasi keuangan untuk menjangkau keluarga hingga tingkat desa.
- OJK telah menggelar kegiatan edukasi sepanjang 2025 yang menjangkau sekitar 4,5 juta peserta.
- PKK mendorong penandatanganan MoU dengan OJK agar program edukasi keuangan berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Jakarta – Sinergi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diperkuat untuk memperluas literasi keuangan hingga ke tingkat keluarga.
Melalui jaringan kader PKK yang mencapai sekitar 6 juta orang dan tersebar hingga pelosok desa, OJK menargetkan percepatan edukasi keuangan masyarakat berbasis keluarga.
Kolaborasi tersebut mengemuka dalam kegiatan Edukasi Keuangan dalam rangka Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 bertema “Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera” yang digelar di Auditorium Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca juga: OJK Ungkap Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Perempuan, Ini Dampaknya
OJK menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Selain berperan sebagai pengelola keuangan rumah tangga, perempuan juga menjadi penggerak ekonomi nasional melalui dominasi mereka dalam sektor UMKM dan proses pengambilan keputusan keuangan di tingkat keluarga.
OJK Andalkan Jaringan Jutaan Kader PKK untuk Perluas Literasi
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa jaringan PKK merupakan kekuatan besar untuk memperluas edukasi keuangan secara cepat dan masif.
Menurutnya, kader PKK memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat hingga tingkat keluarga sehingga efektif untuk mendorong perubahan perilaku keuangan.
“Kami berharap anggota PKK dapat menjadi duta literasi keuangan yang tidak hanya memahami pengelolaan keuangan yang baik, tapi juga mampu menularkan pengetahuan, pengalaman, dan kebiasaan yang sehat ke lingkungan sekitarnya,” kata Dicky.
Baca juga: OJK Ingatkan Bahaya FOMO dan Paylater, Perempuan Diminta Jaga Keuangan Keluarga
Dicky menambahkan bahwa peran ibu dalam keluarga sangat menentukan keberhasilan edukasi keuangan. Selain mengelola kebutuhan rumah tangga, perempuan juga berperan membentuk kebiasaan finansial generasi berikutnya, terutama di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.
Ia menegaskan bahwa literasi keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan akses keuangan. Menurutnya, kemudahan bertransaksi melalui platform digital perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, risiko penipuan, hingga penghindaran praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal dan judi online.
OJK-PKK Siapkan Kerja Sama Berkelanjutan Lewat MoU
Ketua Umum Tim Penggerak PKK, Tri Tito Karnavian, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai kader PKK memiliki kapasitas besar untuk menjadi agen edukasi keuangan karena selama puluhan tahun telah terlibat dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Kader PKK seluruh Indonesia itu mencapai sekitar 6 juta kader. Kader PKK ini adalah agen pembangunan yang sampai kepada tingkat terkecil bangsa yaitu keluarga. Merekalah yang sebetulnya punya peran penting dalam menyampaikan literasi keuangan ini kepada kelompok keluarganya ataupun kepada komunitas di lingkungannya,” ujarnya.
Karena itu, PKK mendorong kerja sama yang lebih terstruktur melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan OJK. Langkah tersebut dinilai penting agar kader memiliki pedoman, materi, serta kurikulum edukasi yang sistematis dalam menyampaikan pengetahuan keuangan kepada masyarakat.
Baca juga: Ramai Seruan ‘Sell Indonesia’, OJK Tegaskan Fundamental Ekonomi Nasional Masih Baik
Tri Tito menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat mengelola pengeluaran secara bijak, meningkatkan kemampuan menabung dan berinvestasi, serta terhindar dari jebakan utang konsumtif.
OJK-PKK Percepat Target Literasi Keuangan Nasional
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari penguatan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang dijalankan OJK. Sepanjang 2025, OJK telah melaksanakan hampir 37.000 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau sekitar 4,5 juta peserta di seluruh Indonesia.
Saat ini OJK juga telah membentuk sekitar 39.000 duta literasi keuangan. Namun, jumlah tersebut dinilai masih dapat diperluas secara signifikan melalui keterlibatan jutaan kader PKK.
Dicky optimistis sinergi dengan PKK akan mempercepat penyebaran edukasi keuangan ke berbagai lapisan masyarakat.
“Kalau misalnya kita sentuh ibu-ibu ini akan bisa double dalam waktu cepat,” katanya.
Baca juga: 8 Pindar Masuk Pengawasan Khusus OJK, Izin Usaha Terancam Dicabut
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan literasi keuangan tidak hanya bergantung pada penyampaian informasi, tetapi pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan.
“PKK punya peran sangat penting karena yang paling penting adalah perubahan perilaku dalam pengelolaan keuangan di masyarakat,” imbuhnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


