Keuangan

OJK: Entrepreneur Muda Harus Kembangkan Fintech

Tangerang–Industri Financial Technology (Fintech) mengalami perkembangan yang cepat di Indonesia. Untuk mendukung industri ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda Indonesia menjadi entrepreneur baru di bidang start up Fintech.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad, sejauh ini pelaku industri fintech banyak merupakan kalangan enterpreneur muda. Maka dari itu, diharapkan industri Fintech di Indonesia dapat lebih berkembang dan mendukung program inklusi keuangan nasional.

“Faktanya adalah banyak pelaku di industri Fintech adalah para enterpreneur muda yang memiliki passion besar dalam bidang teknologi informasi dan jasa keuangan,” ujar Muliaman di ICE BSD City, Serpong, Tangerang, Senin, 29 Agustus 2016

Dia mengungkapkan, ada 5 jenis entrepreneur yang menjadi pelopor di industri Fintech Asia. Berdasarkan pernyataan Markus Gnirck pada majalah Forbes, pertama adalah para fresh graduate universitas yang memiliki passion besar dalam hal kemudahan layanan jasa keuangan (Passionate Graduate).

“Mereka memiliki kecepatan, keuletan dan sangat customer centric,” tukasnya.

Kedua adalah kalangan perbankan yang ingin merasakan tantangan baru dalam hal layanan jasa keuangan (Unchallenged Banker). “Mereka rata-rata adalah kalangan banker berusia rata-rata 35 tahun dan dibekali oleh pengetahuan dan pengalaman matang di industri jasa keuangan,” ucap Muliaman.

Lalu ketiga, para penyedia jasa teknologi (“Old Tech” Guys) yang sangat tertarik untuk bergabung dalam bisnis Fintech yang memang sangat menjanjikan. Mereka memiliki pengalaman luas dalam penyediaan jasa teknologi informasi dan tertarik untuk menerapkannya di industri jasa keuangan.

Sedangkan yang keempat, para professional yang berpengalaman di bidang teknologi pendukung layanan jasa keuangan (Silent Anti-Start up Professional). Mereka rata-rata telah memiliki perusahaan di bidang tehnologi yang mendukung layanan jasa keuangan seperti logistik dan layanan kesehatan.

Sementara yang terakhir adalah entrepreneur muda berpengalaman yang telah dikenal luas industri dan telah mendapatkan berbagai penghargaan dari masyarakat atas prestasinya (Serial Entrepreneur). Mereka memiliki kombinasi dari 4 jenis entrepreneur di atas, dan memiliki pemahaman pasar serta pool of talent yang mumpuni.

“Saya sangat mendukung upaya untuk terus mendorong dan mendidik generasi muda kita agar menjadi entrepreneur baru di bidang start up Fintech,” papar Muliaman.

Lebih lanjut dia menilai, bahwa generasi milenia yang merupakan penggerak fintech start up ini merupakan generasi yang sangat terbuka terhadap inovasi dan menyukai tantangan, namun sekaligus memiliki jiwa nasionalisme dalam menjawab tantangan inklusi keuangan nasional. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

1 hour ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

10 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

11 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

11 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

12 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

13 hours ago