Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan urgensi untuk memiliki data center nasional yang mampu terkoneksi dengan banyak pihak. Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Tirta Segara mengungkapkan, data center terpusat akan dapat membantu ekosistem keuangan nasional.
“Saya ingin menekankan pentingnya national data center, dari segi bisnis luar biasa. National Data Center akan mengkonsolidasi data yang sementara ini dikelola oleh beberapa asosiasi atau otoritas. Ini harusnya bisa disatukan,” jelas Tirta pada paparan virtualnya, Kamis, 25 November 2021.
Tirta mencontohkan, data yang kerap menjadi bahan pertimbangan adalah data informasi kredit. OJK selama ini mengelolanya dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Meskipun demikian, ada data yang serupa di Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil) yang dikelola oleh asosiasi Fintech.
“Data-data ini yang diperlukan oleh calon investor untuk melihat profil dan risiko konsumennya,” jelasnya.
Ke depan, OJK berharap konsep national data center yang terpusat dan terintegrasi bisa terwujud. Infrastruktur tersebut bisa membantu ekosistem keuangan nasional baik dari sisi nasabah, maupun para investor. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More
Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting Visa mencatat penyebutan “AI Agent” meningkat 477 persen, menandai masifnya pemanfaatan AI dalam… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More