Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan urgensi untuk memiliki data center nasional yang mampu terkoneksi dengan banyak pihak. Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Tirta Segara mengungkapkan, data center terpusat akan dapat membantu ekosistem keuangan nasional.
“Saya ingin menekankan pentingnya national data center, dari segi bisnis luar biasa. National Data Center akan mengkonsolidasi data yang sementara ini dikelola oleh beberapa asosiasi atau otoritas. Ini harusnya bisa disatukan,” jelas Tirta pada paparan virtualnya, Kamis, 25 November 2021.
Tirta mencontohkan, data yang kerap menjadi bahan pertimbangan adalah data informasi kredit. OJK selama ini mengelolanya dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Meskipun demikian, ada data yang serupa di Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil) yang dikelola oleh asosiasi Fintech.
“Data-data ini yang diperlukan oleh calon investor untuk melihat profil dan risiko konsumennya,” jelasnya.
Ke depan, OJK berharap konsep national data center yang terpusat dan terintegrasi bisa terwujud. Infrastruktur tersebut bisa membantu ekosistem keuangan nasional baik dari sisi nasabah, maupun para investor. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting: MK memutuskan hanya BPK yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara korupsi. KPK… Read More
Poin Penting OJK telah memblokir 33.252 rekening terindikasi judi online, meningkat dari sebelumnya 32.556 rekening.… Read More
Poin Penting OJK mencatat 53 rencana penawaran umum hingga Maret 2026, dengan 15 perusahaan di… Read More
Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More
Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More