Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara virtual, Jumat (7/11). (Tangkapan layar virtual meeting: M. Ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh solid di level 5,04 persen pada kuartal III-2025, dengan indeks PMI Manufaktur yang masih bertahan di zona ekspansif.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengungkapkan, meski pertumbuhan ekonomi cukup kuat, pihaknya tetap mencermati permintaan domestik yang memerlukan dukungan lanjut.
“Hal ini seiring dengan moderasi inflasi inti, tingkat kepercayaan konsumen, serta tingkat penjualan retail, semen, dan kendaraan,” kata Mahendra, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara virtual, Jumat, 7 November 2025
Baca juga: Lewat Cara Ini, OJK Perluas Akses Keuangan Syariah untuk UMKM
Mahendra menegaskan, OJK berkomitmen mendukung optimalisasi peran sektor jasa keuangan (SJK) dalam mendorong pertumbuhan nasional, antara lain melalui perluasan akses pembiayaan.
Lebih lanjut, OJK menegaskan bahwa Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang memuat data status pemberian kredit tidak menjadi satu-satunya acuan dalam menilai kelayakan calon debitur.
Menurut Mahendra, lembaga keuangan tetap memiliki ruang untuk mempertimbangkan faktor lain, seperti karakter, legalitas, arus kas, dan kapasitas pembayaran di masa mendatang dalam proses penyaluran kredit maupun pembiayaan.
“Dengan begitu, SLIK berfungsi sebagai sumber informasi yang bersifat netral dan tidak dimaksudkan sebagai hambatan bagi pemberian kredit kepada pihak dengan kualitas kredit di luar kategori lancar,” bebernya.
Baca juga: Perkuat Transformasi Digital, OJK Terus Kembangkan Tata Kelola AI Perbankan
OJK, lanjut dia, terus memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) serta meningkatkan fungsi pengawasan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan mencegah risiko sistemik. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More