News Update

OJK: Ekonomi RI Tumbuh Solid di Level 5,04 Persen

Poin Penting

  • Ekonomi Indonesia tumbuh solid 5,04% pada kuartal III-2025, dengan indeks PMI Manufaktur tetap berada di zona ekspansif.
  • OJK menegaskan SLIK bukan penghambat kredit, melainkan sumber informasi netral bagi lembaga keuangan.
  • OJK berkomitmen memperluas akses pembiayaan dan memperkuat koordinasi KSSK untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh solid di level 5,04 persen pada kuartal III-2025, dengan indeks PMI Manufaktur yang masih bertahan di zona ekspansif. 

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengungkapkan, meski pertumbuhan ekonomi cukup kuat, pihaknya tetap mencermati permintaan domestik yang memerlukan dukungan lanjut. 

“Hal ini seiring dengan moderasi inflasi inti, tingkat kepercayaan konsumen, serta tingkat penjualan retail, semen, dan kendaraan,” kata Mahendra, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara virtual, Jumat, 7 November 2025

Baca juga: Lewat Cara Ini, OJK Perluas Akses Keuangan Syariah untuk UMKM

Mahendra menegaskan, OJK berkomitmen mendukung optimalisasi peran sektor jasa keuangan (SJK) dalam mendorong pertumbuhan nasional, antara lain melalui perluasan akses pembiayaan.

SLIK Bukan Penghambat Kredit

Lebih lanjut, OJK menegaskan bahwa Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang memuat data status pemberian kredit tidak menjadi satu-satunya acuan dalam menilai kelayakan calon debitur. 

Menurut Mahendra, lembaga keuangan tetap memiliki ruang untuk mempertimbangkan faktor lain, seperti karakter, legalitas, arus kas, dan kapasitas pembayaran di masa mendatang dalam proses penyaluran kredit maupun pembiayaan. 

“Dengan begitu, SLIK berfungsi sebagai sumber informasi yang bersifat netral dan tidak dimaksudkan sebagai hambatan bagi pemberian kredit kepada pihak dengan kualitas kredit di luar kategori lancar,” bebernya.

Baca juga: Perkuat Transformasi Digital, OJK Terus Kembangkan Tata Kelola AI Perbankan

OJK, lanjut dia, terus memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) serta meningkatkan fungsi pengawasan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan mencegah risiko sistemik. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

2 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

3 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

4 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

4 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

4 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

4 hours ago