Keuangan

OJK Dorong Industri Asuransi Terapkan PSAK 117 pada 2025

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 di industri asuransi pada 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono menyebutkan bahwa OJK melalui Steering Committee PSAK 117 terus mempersiapkan industri agar siap menghadapi perubahan standar akuntansi ini.

Selain itu, persiapan pengaturan yang memadai juga turut menjadi perhatian Steering Committee.

Baca juga: Masih Ada 9 Perusahaan Asuransi Belum Miliki Aktuaris

“Beberapa di antaranya adalah pengaturan terkait dengan perpajakan asuransi aktuaria maupun ketentuan terkait penyesuaian AA RBC (Asset Adequacy Requirement Based Capital),” ujar Ogi dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, Selasa (1/10).

Kemudian, dalam rangka memperkuat pengawasan dan perizinan, OJK telah mengambil langkah strategis dengan mendelegasikan sebagian kewenangan pengawasan dan perizinan untuk industri dana pensiun dan penjaminan kepada kantor-kantor OJK di daerah.

“Kebijakan ini resmi diberlakukan pada 27 September 2024 dan mencakup 56 dana pensiun serta 15 perusahaan penjaminan yang kini berada di bawah pengawasan kantor-kantor OJK di berbagai daerah,” jelas Ogi.

Baca juga: Tumbuh 1,32 Persen, Aset Industri Asuransi Tembus Rp1.132 Triliun di Agustus 2024

Sejalan dengan rencana pengembangan industri penjaminan Indonesia 2024-2028, OJK saat ini tengah menyusun Rencana Peraturan OJK (RPOJK) terkait perizinan usaha dan kelembagaan lembaga penjamin.

Regulasi baru ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan memperkuat fondasi kelembagaan bagi sektor penjaminan di Indonesia. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

7 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

12 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

13 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

13 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

13 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

13 hours ago