Perbankan

OJK Dorong Bank KMBI I Perkuat Permodalan Lewat Konsolidasi

Poin Penting

  • OJK menilai bank KBMI I (modal inti hingga Rp6 triliun) masih berpeluang memperkuat permodalan dan skala usaha, baik secara organik maupun anorganik.
  • OJK mengimbau evaluasi menyeluruh dan membuka opsi konsolidasi untuk bank yang stagnan, dengan pendekatan natural, sukarela, dan dinilai case by case
  • Selain kecukupan modal, OJK menekankan pentingnya transformasi digital, infrastruktur TI, keamanan siber, dan manajemen risiko teknologi bagi bank KBMI I yang ingin naik kelas.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bank-bank dalam Kelompok Bank Bermodal Inti (KBMI) hingga Rp6 triliun atau KBMI I masih memiliki ruang untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan skala usaha.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae menyebut, penguatan tersebut bisa dilakukan melalui langkah secara organik maupun anorganik.

“Imbauan untuk penguatan fundamental dan konsolidasi telah kami sampaikan kepada bank-bank yang berada dalam kategori KBMI I pada akhir bulan Oktober 2025,” ujar Dian dalam jawaban tertulis, dikutip, Jumat, 23 Januari 2026.

OJK mengimbau setiap bank KBMI I untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan berkelanjutan atas kinerja bisnis, permodalan, kualitas aset, tata kelola, model bisnis, dan prospek jangka panjang, termasuk mengidentifikasi opsi penguatan modal dan peluang konsolidasi yang sesuai karakteristik masing-masing bank.

Baca juga: OJK Dorong Bank KBMI I Naik Kelas, Begini Tanggapan BOII

Dian menjelaskan, pendekatan anorganik melalui konsolidasi diperlukan untuk dapat menjadi dorongan terhadap kinerja bank yang dinilai mengalami stagnasi. Dalam hal ini, pendekatan OJK untuk mendorong konsolidasi dan/atau aksi korporasi secara natural dan sukarela berdasarkan kajian bisnis yang sehat.

“Setiap rencana penguatan akan dinilai secara case by case untuk memperhatikan kepatuhan terhadap regulasi, prinsip kehati-hatian, dan aspek pelindungan nasabah,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pengelompokan bank saat ini masih didasarkan pada modal inti (KBMI). Namun demikian, dalam praktik pengawasannya, OJK menempatkan kemampuan transformasi digital, kekuatan infrastruktur teknologi informasi, keamanan siber, dan tata kelola risiko teknologi sebagai elemen penting dalam penilaian profil risiko dan tingkat kesehatan bank.

Dian menuilai faktor-faktor tersebut menjadi bagian integral dari dialog pengawasan. Dengan demikian, bank yang ingin naik kelas tidak hanya harus memenuhi kecukupan modal, tetapi juga menunjukkan kesiapan digital dan manajemen risiko yang memadai.

Baca juga: Respons Bank Neo Commerce soal Dorongan OJK Merger dan Naik KBMI 2

Dian mengungkapkan sejak Desember 2025, OJK telah mengundang bank-bank KBMI I untuk melakukan FGD dalam rangka menyusun roadmap. Perlu disampaikan bahwa penguatan fundamental dan konsolidasi bank-bank KBMI I saat ini bersifat imbauan dan akan dievaluasi secara berkala untuk melihat tingkat keberhasilannya. 

Dengan demikian, OJK menegaskan bahwa arah kebijakan ini bukan konsolidasi yang tergesa-gesa, melainkan proses penguatan bertahap dan terukur, mengedepankan dialog dengan industri, dan berorientasi pada terciptanya perbankan yang lebih kuat, efisien, inovatif, dan mampu memberikan layanan yang semakin baik kepada masyarakat.

“Dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan perlindungan nasabah,” imbuh Dian. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Optimalkan Keputusan Bisnis, Inovamap Dorong Penetrasi Teknologi Geospasial di Sektor Perbankan

Poin Penting PT Inovasi Mandiri Pratama (Inovamap) mendorong pemanfaatan teknologi geospasial untuk mendukung keputusan bisnis… Read More

11 hours ago

Purbaya Beberkan Alasan Defisit APBN 2025 Nyaris 3 Persen dari PDB

Poin Penting Menurut Purbaya, defisit APBN 2025 melebar ke 2,92 persen PDB, dari target 2,53… Read More

12 hours ago

Purbaya Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN, TNI, dan Polri

Poin Penting Pemerintah menyiapkan Rp55 triliun untuk THR ASN, TNI, dan Polri pada 2026, naik… Read More

12 hours ago

Bidik 100 Digital Store pada 2027, BTN Resmikan Gerai Baru di Central Park

Poin Penting BTN resmikan digital store di Central Park dan menargetkan 100 Digital Store hingga… Read More

12 hours ago

KB Bank Danai Proyek Internet Rakyat 5G FWA 1.4GHz Surge

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk membiayai implementasi awal 5G FWA 1.4GHz milik PT… Read More

12 hours ago

Lewat Cek Bansos, Kemensos Ajak Warga Perbarui Data Penerima Bantuan Pemerintah

Poin Penting Aplikasi Cek Bansos kini menjadi jalur resmi partisipasi publik untuk usul dan sanggah… Read More

12 hours ago