Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi (dua dari kanan) di BEI Jakarta, Kamis (2/4). (Foto: Steven Widjaja)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa denda senilai Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa sanksi administratif tersebut adalah bagian dari penegakan kepastian hukum di pasar modal Indonesia.
“Termasuk penanganan kasus yang terkait langsung dengan kondisi manipulasi pasar, yang sering menjadi perhatian semua pihak ini, bahkan angkanya sebesar Rp29,3 miliar,” ujar Hasan, saat konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Baca juga: Pasar Modal RI Diguncang MSCI, Investor Global Makin Hati-hati
Hasan menegaskan bahwa OJK akan terus melanjutkan penegakan hukum guna menciptakan pasar modal yang berintegritas dan memulihkan kepercayaan investor.
Sebagai informasi, pada akhir Februari 2026, OJK telah menindak empat pihak yang terbukti melakukan manipulasi harga saham dengan total denda Rp11,05 miliar.
Langkah penertiban industri pasar modal ini mulai ditingkatkan oleh OJK setelah penyedia indeks global MSCI menahan rebalancing saham Indonesia, ke dalam daftar indeks mereka.
Minimnya transparansi dan konsentrasi kepemilikan saham oleh entitas tertentu di pasar modal domestik, menjadi sejumlah penyebab utama keraguan MSCI terhadap bursa saham Indonesia.
Baca juga: BEI Kembali Lanjutkan Pertemuan dengan MSCI, Ini Hasilnya
Sebagai respons, OJK dan BEI pun bekerja sama untuk meningkatkan transparansi pasar modal, dengan salah satunya mempertegas penindakan kasus manipulasi harga saham hingga Initial Public Offering (IPO). (*) Steven Widjaja
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More
Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More