Jakarta – Masih rendahnya tingkat inklusi dan literasi keuangan syariah yang masing-masing sebesar 12% dan 9,1% pada tahun 2022, mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bersinergi dalam mengakselerasi tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, bahwa akselerasi peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah tidak dapat dilakukan secara parsial dan sendiri-sendiri, sehingga memerlukan kolaborasi dan sinergi yang dilakukan secara terintegrasi.
“OJK melakukan kerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah melalui penandatanganan MoU yang merupakan bentuk sinergi OJK dalam meningkatkan kualitas kebijakan oleh kedua lembaga dalam akselerasi literasi dan keuangan syariah,” kata Mahendra dikutip 1 November 2022.
Ruang lingkup MoU OJK dan MES yaitu pertama, pelaksanaan kegiatan edukasi keuangan dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta perlingdungan konsumen baik dalam bentuk lokakarya, seminar, sosialisasi, atau kegiatan lainnya. Kedua, Pelaksanaan penelitian, pengembangan, dan pengkajian terkait ekonomi dan keuangan syariah. Ketiga, Penyediaan narasumber dan/atau tenaga ahli. Keempat, Penyediaan, pertukaran, serta pemanfaatan data dan/atau informasi. Terakhir, Bidang kerja sama lain yang disepakati bersama.
“Kerja sama seperti ini diharapkan dapat terus terjalin dengan berbagai pihak karena pelaksanaan kegiatan seperti ini bersama pondok pesantren diharapkan untuk memberikan efek yang positif bagi lingkungan dan sekitarnya termasuk masyarakat mengingat peran penting santri di lingkungannya,” kata Erick Thohir, Ketua Umum MES.
Selain itu, Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin berpesan tiga hal yang dapat dilakukan santri masa kini dalam membela negara, yaitu menjaga kesepakatan nasional yang tertuang dalam Pancasila dan UUD ’45, harus bersama membangun Indonesia yang sejahtera dan menjaga bumi dari kerusakan.
“Sekarang adalah santri revival kembali, kebangkitan santri kembali untuk menyongsong 100 tahun Kemerdekaan dan untuk menyongsong lahirnya Kebangkitan Nasional yang ke-dua,” tambah Wapres.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan Penyerahan Simbolis Rekening Tabungan Simpel iB kepada santriwan dan santriwati sebagai bagian dari Program Gerakan Santri Menabung. (*) Irawati
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More