Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi keuangan bagi perempuan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu upayanya, OJK bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menyelenggarakan edukasi keuangan melalui Training of Trainers (ToT) Program OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) bagi anggota IWAPI yang dilaksanakan secara hybrid di Kantor OJK, Jakarta.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa sektor UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. UMKM telah terbukti menjadi pelaku utama kegiatan ekonomi, penyedia lapangan kerja terbesar, serta pencipta pasar baru dan inovasi.
“Perempuan merupakan motor penggerak perekonomian, terutama di keluarga dan komunitasnya. Anggota IWAPI yang sebagian besar adalah pelaku UMKM perempuan menjadi segmen prioritas kami. Ke depan, kami berharap semakin banyak anggota IWAPI yang menjadi bagian dari OJK PEDULI, sebagai Penggerak Duta Literasi Keuangan,” kata Friderica dikutip 13 Agustus 2025.
Baca juga: OJK Ungkap Kesenjangan Literasi Keuangan Perempuan dan Laki-laki
Lebih lanjut, Friderica menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan edukasi keuangan perempuan Indonesia demi mendorong kesejahteraan masyarakat dan inklusi keuangan yang bertanggung jawab.
“Saya yakin bahwa IWAPI merupakan mitra yang sangat strategis buat OJK, untuk bersama-sama mengedukasi perempuan Indonesia, membangun masyarakat Indonesia melalui perempuan-perempuannya, dan juga bagaimana menguatkan ekosistem UMKM ini melalui inklusi keuangan yang bertanggung jawab,” kata Friderica.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat IWAPI Nita Yudi mengapresiasi kolaborasi antara OJK dan IWAPI dalam mencetak duta literasi keuangan.
“OJK konsisten mendukung perkembangan sektor UMKM dan literasi keuangan dengan bahasa yang mudah dipahami. Kami siap menjadi duta OJK untuk mengedukasi perempuan pengusaha agar lebih pintar mengelola keuangan,” kata Nita.
Baca juga: BI dan OJK Dorong Pemanfaatan CCP, Perkuat Stabilitas Pasar Keuangan
Kegiatan ToT ini diikuti oleh lebih dari 500 anggota IWAPI dari seluruh Indonesia, baik secara luring maupun daring. Selain anggota IWAPI, kegiatan ini juga diikuti oleh UMKM binaan IWAPI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan Certified Financial Planner.
Dengan kolaborasi strategis antara OJK dan IWAPI, perempuan pelaku UMKM tidak hanya menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga agen perubahan yang menggerakkan literasi dan inklusi keuangan di lingkungannya.
Langkah ini diharapkan menjadi katalis bagi terwujudnya masyarakat yang semakin cerdas finansial, berdaya saing tinggi, dan mampu berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (*)
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More
Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More
Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More