Mandiri Bidik Pertumbuhan Transaksi e-Commerce 30%
Jakarta – Regulator lembaga jasa keuangan terus mengawasi dan mengevaluasi kejadian gangguan yang terjadi pada sistem PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) yang telah terjadi pada hari Sabtu kemarin (20/7).
Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo menyebut, permasalahan yang telah terjadi ini penting untuk menjadi perhatian industri perbankan.
“OJK meminta semua bank untuk terus melakukan review fungsi IT yang dimiliki secara berkala dalam rangka menegakkan tata kelola manajemen resiko operasional yang prudent dan berjalan dengan baik,” ujar Anto seperti dikutip di Jakarta, Minggu, 21 Juli 2019
Anto menilai, evaluasi tersebut merupakan bentuk upaya peningkatan pelayanan perbankan ke depannya dan mencegah agar permasalahan ini tidak terulang lagi ke depannya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menyebutkan, saat ini BI tengah melakukan evaluasi mendalam mengenai penyebab erornya pada sistem Bank Mandiri.
“Kalau soal sanksi dan nggak sanksi, tergantung dari penelitian. Jadi, kami nggak gampang ngasih sanksi. Dilihat dulu apa (penyebabnya),” kata Onny.
Onny berpesan, agar terus mementingkan aspek perlindungan konsumen dalam gangguan tersebut. Menurutnya, konsumen harus selalu diberikan edukasi dan komunikasi agar tetap merasa aman dan nyaman.
Sebelumnya, pagi kemarin (20/7) beberapa nasabah bank Mandiri dikejutkan dengan saldo rekening mereka yang tiba-tiba banyak yang berubah drastis. Tidak sedikit nasabah yang tiba-tiba tabungannya berkurang.
Dengan adanya gangguan tersebut, pihak Bank Mandiri mengaku telah melakukan pemeliharaan/ maintenance sistem teknologi informasi untuk meningkatkan layanan transaksi keuangan nasabah. Namun, Bank Mandiri mengaku telah menyelesaikan gangguan yang terjadi pada hari kemarin. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More