Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan secara virtual, Jumat, (9/1/2026). (Tangkapan layar YouTube Otoritas Jasa Keuangan: Khoirifa)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun.
“Hal ini menunjukkan bagaimana kepercayaan konsumen dan juga kondisi pasar aset kripto nasional tetap terjaga dengan baik,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Jumat, 9 Januari 2026.
Meski secara tahunan mencatat nilai besar, OJK melaporkan transaksi aset kripto pada Desember 2025 mencapai Rp32,68 triliun. Angka tersebut turun 12,22 persen dibandingkan posisi November 2025 yang tercatat sebesar Rp37,23 triliun.
Baca juga: OJK Terima 303 Permintaan Sandbox, 1 Peserta Tak Lolos Uji Coba
Di sisi lain, Hasan menyampaikan bahwa perkembangan aktivitas aset kripto di Indonesia menunjukkan tren positif dari sisi jumlah konsumen. Hingga November 2025, jumlah konsumen aset kripto tercatat mencapai 19,56 juta.
“Ini meningkat 2,5 persen jika dibanding posisi bulan Oktober 2025 yang tercatat di angka 19,08 juta konsumen,” imbuhnya.
Sementara itu, penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) dengan jenis Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) berhasil menyelesaikan transaksi yang disetujui mitra senilai Rp2,23 triliun selama November 2025. Dengan demikian, total nilai transaksi PAJK sepanjang 2025 mencapai Rp24,11 triliun secara year-to-date (ytd).
“Dengan jumlah pengguna PAJK dimaksud tercatat sebanyak 16,01 juta pengguna yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia,” ujar Hasan.
Baca juga: Ajaib Kripto Catat Bitcoin Melonjak 2,73 Persen dalam 24 Jam Terakhir
Selain itu, jumlah permintaan data skor kredit atau inquiry yang diterima oleh penyelenggara ITSK dengan jenis pemeringkat kredit alternatif pada November 2025 mencapai 17,83 juta hit.
Secara kumulatif, total permintaan data skor kredit sepanjang 2025 tercatat sebanyak 170,72 juta permintaan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Defisit APBN 2025 tercatat 2,92 persen dari PDB, melebar dari target 2,53 persen,… Read More
Poin Penting Bank Muamalat menegaskan isu dana nasabah hilang tidak benar, karena video viral terkait… Read More
Poin Penting Utang paylater perbankan mencapai Rp26,20 triliun per November 2025, tumbuh 20,34 persen (yoy)… Read More
Poin Penting OJK membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah untuk mendorong pertumbuhan… Read More
Poin Penting KPK menetapkan Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,13 persen ke level 8.936,75, dengan transaksi mencapai… Read More