Keuangan

OJK Catat Transaksi Aset Kripto 2025 Tembus Rp482 Triliun

Poin Penting

  • Transaksi aset kripto 2025 mencapai Rp482,23 triliun, mencerminkan kepercayaan konsumen dan pasar yang tetap terjaga.
  • Transaksi Desember 2025 turun 12,22% menjadi Rp32,68 triliun, sementara jumlah konsumen naik 2,5% menjadi 19,56 juta.
  • Kinerja ITSK meningkat, dengan transaksi PAJK Rp24,11 triliun sepanjang 2025 dan 170,72 juta permintaan data skor kredit.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun. 

“Hal ini menunjukkan bagaimana kepercayaan konsumen dan juga kondisi pasar aset kripto nasional tetap terjaga dengan baik,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Jumat, 9 Januari 2026.

Meski secara tahunan mencatat nilai besar, OJK melaporkan transaksi aset kripto pada Desember 2025 mencapai Rp32,68 triliun. Angka tersebut turun 12,22 persen dibandingkan posisi November 2025 yang tercatat sebesar Rp37,23 triliun.

Baca juga: OJK Terima 303 Permintaan Sandbox, 1 Peserta Tak Lolos Uji Coba

Di sisi lain, Hasan menyampaikan bahwa perkembangan aktivitas aset kripto di Indonesia menunjukkan tren positif dari sisi jumlah konsumen. Hingga November 2025, jumlah konsumen aset kripto tercatat mencapai 19,56 juta. 

“Ini meningkat 2,5 persen jika dibanding posisi bulan Oktober 2025 yang tercatat di angka 19,08 juta konsumen,” imbuhnya.

Kinerja ITSK dan PAJK Meningkat

Sementara itu, penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) dengan jenis Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) berhasil menyelesaikan transaksi yang disetujui mitra senilai Rp2,23 triliun selama November 2025. Dengan demikian, total nilai transaksi PAJK sepanjang 2025 mencapai Rp24,11 triliun secara year-to-date (ytd).

“Dengan jumlah pengguna PAJK dimaksud tercatat sebanyak 16,01 juta pengguna yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia,” ujar Hasan.

Baca juga: Ajaib Kripto Catat Bitcoin Melonjak 2,73 Persen dalam 24 Jam Terakhir

Selain itu, jumlah permintaan data skor kredit atau inquiry yang diterima oleh penyelenggara ITSK dengan jenis pemeringkat kredit alternatif pada November 2025 mencapai 17,83 juta hit.

Secara kumulatif, total permintaan data skor kredit sepanjang 2025 tercatat sebanyak 170,72 juta permintaan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

4 hours ago

Total Klaim Asuransi Umum Naik 4,1 Persen Jadi Rp48,96 Miliar di 2025

Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More

5 hours ago

Indonesia Diminta jadi Wakil Komandan Misi Gaza, Ini Pernyataan Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More

7 hours ago

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

8 hours ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

8 hours ago

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More

8 hours ago