OJK Catat Dana Pasar Modal Capai Rp35,8 Triliun per Februari

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan penghimpunan dana oleh perusahaan melalui pasar modal hingga 24 Februari 2023 tercatat sebesar Rp35,8 triliun, dengan jumlah emiten baru tercatat sebanyak 17 emiten.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan bahwa pada pipeline saat ini masih terdapat 73 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp108,4 triliun yang diantaranya merupakan rencana initial public offering (IPO) yang akan dilakukan oleh 45 calon emiten baru.

Kemudian, ia menjelaskan di pasar saham, IHSG sampai dengan 24 Februari 2023 tercatat menguat sebesar 0,25% mtd, seiring investor non-resident yang membukukan inflow sebesar Rp3,38 triliun, dan secara ytd, IHSG menguat tipis 0,09% dengan inflow investor non-resident sebesar Rp162,8 miliar.

“Sementara, di pasar obligasi, indeks ICBI menguat 0,04% mtd atau 1,53% ytd ke level 350,07. Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana keluar investor non resident tercatat sebesar Rp84,2 miliar secara mtd dan Rp177,2 miliar secara ytd,” ucap Inarno dalam RDKB OJK di Jakarta, 27 Februari 2023.

Lalu, di pasar SBN, non-resident mencatatkan outflow Rp5,82 triliun secara mtd, namun secara ytd membukukan inflow sebesar Rp43,88 triliun dengan rata-rata yield SBN pada seluruh tenor secara mtd naik sebesar 6,20 bps, meskipun secara ytd masih menurun sebesar 12,66 bps.

Lebih lanjut, Inarno menambahhkan untuk Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp509,18 triliun atau menurun 0,05% secara mtd dengan investor Reksa Dana membukukan net subscription sebesar Rp3,96 triliun mt, dan secara ytd NAB reksa dana tumbuh 0,85% dan tercatat net subscription sebesar Rp7,88 triliun.

“Sedangkan untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UMKM, telah terdapat 16 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 360 penerbit, 142.474 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp778,5 miliar,” imbuhnya.

Adapun, pada tren pertumbuhan jumlah investor OJK melihat adanya pertumbuhan yang terus berlanjut dengan jumlah investor pasar modal mencapai 10,60 juta investor per 23 Februari 2023. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

3 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

3 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

3 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

4 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

4 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

4 hours ago