Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono. (Tangkapan layar YouTube Otoritas Jasa Keuangan: Julian)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri perasuransian per Februari 2026 mencapai Rp1.219,35 triliun atau tumbuh 6,80 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa dari sisi asuransi komersial, total aset mencapai Rp999,15 triliun atau meningkat 8,57 persen yoy.
“Adapun kinerja asuransi komersil berupa akumulasi pendapatan premi pada periode Februari 2026 mencapai Rp62,37 triliun, tumbuh sebesar 3,50 persen year on year,” kata Ogi dalam Konferensi Pers RDKB OJK di Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Baca juga: AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal
Secara rinci, premi asuransi jiwa tumbuh 0,12 persen yoy dengan nilai Rp32,39 triliun. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi meningkat 7,41 persen yoy menjadi Rp29,98 triliun.
“Untuk permodalan, permodalan industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat mencatatkan risk base capital RBC masing-masing sebesar 480,83 persen dan 327,98 persen dan masih di atas threshold sebesar 120 persen,” imbuhnya.
Selanjutnya, untuk asuransi non komersil yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, dan program asuransi bagi ASN, TNI, dan Polri terkait program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian total aset tercatat sebesar Rp220,20 triliun atau sedikit terkontraksi 0,57 persen yoy.
Baca juga: OJK Berhasil Himpun Dana Rp6,83 Triliun pada Program Gerak Syariah 2026
Secara keseluruhan, capaian ini mencerminkan kinerja industri perasuransian yang tetap stabil dan terjaga, didukung oleh tingkat solvabilitas yang kuat.
“Sejalan dengan kondisi tersebut, OJK terus mendorong optimalisasi peran serta peningkatan kinerja industri PPDP dengan tetap memperkuat ketahanan sektor PPDP dalam menghadapi dinamika perekonomian global maupun domestik,” tutup Ogi. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More