Ilustrasi pembiayaan pindar. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada November 2025 telah terdapat 24 Penyelenggara Pinjaman Daring (Pindar) dengan tingkat risiko kredit secara agregat (TWP90) atau kredit macet di atas 5 persen yang didominasi oleh segmen produktif.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyatakan akan terus melakukan langkah pembinaan, antara lain melalui permintaan penyampaian rencana aksi (action plan) yang dipantau secara ketat.
“Apabila ditemukan pelanggaran ketentuan, OJK dapat mengenakan sanksi administratif, termasuk penghentian sementara penyaluran pendanaan dan pembatasan penerimaan lender baru,” kata Agusman dalam keterangan tertulis dikutip, 12 Januari 2026.
Baca juga: OJK Setujui Pencabutan Izin Usaha Pindar Milik Astra
Agusman juga menegaskan bagi penyelenggara pindar diharapkan dapat memperkuat manajemen risiko dan strategi penagihan agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.
Pada periode November 2025, terdapat sembilan penyelenggara pindar yang belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar.
Agusman menyebut penyelenggara pindar tersebut akan terus didorong untuk melakukan langkah-langkah pemenuhan ekuitas minimum.
Hal itu di antaranya melalui penambahan modal disetor oleh pemegang saham eksisting, mencari strategic investor, dan/atau upaya merger.
Baca juga: Utang Pindar Warga RI Tembus Rp94,85 Triliun per November 2025, Naik 25,45 Persen
“Opsi konsolidasi atau merger dapat menjadi salah satu langkah yang untuk memperkuat struktur usaha, menjaga keberlanjutan industri, dan meningkatkan pelindungan konsumen,” imbuhnya.
Sebagai informasi, outstanding pembiayaan pindar pada November 2025 masih tumbuh 25,45 persen year-on-year (yoy) dari Oktober 2025 dengan nominal sebesar Rp94,85 triliun.
Selain itu, TWP90 pada periode November 2025 berada di posisi 4,33 persen, naik dari bulan sebelumnya yang tercatat 2,76 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pemerintah menarik utang Rp736,3 triliun hingga Desember 2025, setara 94,9 persen dari target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884, dipicu aksi ambil untung setelah menyentuh… Read More
Oleh Krisna Wijaya, bankir senior dan fakulti di Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) PERCEPATAN digitalisasi… Read More
Poin Penting Menkop menggandeng lintas K/L untuk mempercepat pembangunan gerai fisik Kopdes Merah Putih sesuai… Read More
Poin Penting Perdagangan internasional menghadapi tantangan besar, seperti volatilitas geopolitik, perubahan rantai pasok, dan munculnya… Read More
Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More