Keuangan

OJK Catat 24 Pindar Punya Kredit Macet (TWP90) di Atas 5 Persen

Poin Penting

  • OJK mencatat 24 penyelenggara pindar memiliki TWP90 di atas 5 persen per November 2025, didominasi segmen produktif
  • OJK meminta action plan yang dipantau ketat dan siap menjatuhkan sanksi administratif hingga pembatasan penyaluran pendanaan dan penerimaan lender baru
  • Sebanyak 9 pindar belum memenuhi ekuitas minimum Rp12,5 miliar dan didorong melakukan penambahan modal.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada November 2025 telah terdapat 24 Penyelenggara Pinjaman Daring (Pindar) dengan tingkat risiko kredit secara agregat (TWP90) atau kredit macet di atas 5 persen yang didominasi oleh segmen produktif. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyatakan akan terus melakukan langkah pembinaan, antara lain melalui permintaan penyampaian rencana aksi (action plan) yang dipantau secara ketat.

“Apabila ditemukan pelanggaran ketentuan, OJK dapat mengenakan sanksi administratif, termasuk penghentian sementara penyaluran pendanaan dan pembatasan penerimaan lender baru,” kata Agusman dalam keterangan tertulis dikutip, 12 Januari 2026.

Baca juga: OJK Setujui Pencabutan Izin Usaha Pindar Milik Astra

Agusman juga menegaskan bagi penyelenggara pindar diharapkan dapat memperkuat manajemen risiko dan strategi penagihan agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.

Belum Penuhi Ekuitas

Pada periode November 2025, terdapat sembilan penyelenggara pindar yang belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar. 

Agusman menyebut penyelenggara pindar tersebut akan terus didorong untuk melakukan langkah-langkah pemenuhan ekuitas minimum.

Hal itu di antaranya melalui penambahan modal disetor oleh pemegang saham eksisting, mencari strategic investor, dan/atau upaya merger. 

Baca juga: Utang Pindar Warga RI Tembus Rp94,85 Triliun per November 2025, Naik 25,45 Persen

“Opsi konsolidasi atau merger dapat menjadi salah satu langkah yang untuk memperkuat struktur usaha, menjaga keberlanjutan industri, dan meningkatkan pelindungan konsumen,” imbuhnya.

Sebagai informasi, outstanding pembiayaan pindar pada November 2025 masih tumbuh 25,45 persen year-on-year (yoy) dari Oktober 2025 dengan nominal sebesar Rp94,85 triliun. 

Selain itu, TWP90 pada periode November 2025 berada di posisi 4,33 persen, naik dari bulan sebelumnya yang tercatat 2,76 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Respons Cepat OJK Redam Kekhawatiran Pasar Pascapergantian Pimpinan

Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More

1 hour ago

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

3 hours ago

PWI Pusat Bakal Terima Hadiah Patung Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko dari Blora

Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More

5 hours ago

DPR Pastikan Pengganti Pimpinan OJK-BEI Bebas Afiliasi Danantara dan BUMN

Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More

5 hours ago

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

17 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

17 hours ago