Poin Penting:
- OJK menilai rebound pasar saham menunjukkan mulai membaiknya sentimen investor setelah berbagai kekhawatiran pasar mendapat penjelasan.
- Buyback saham tanpa RUPS dinilai dapat menjadi instrumen efektif untuk mendukung stabilisasi pasar dan menjaga valuasi emiten.
- Otoritas terus memperkuat koordinasi dengan anggota KSSK guna menjaga ketahanan sektor jasa keuangan di tengah tekanan global.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pemulihan yang mulai terjadi di pasar saham domestik menjadi sinyal positif di tengah tekanan yang sebelumnya melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Di tengah volatilitas pasar yang dipicu sentimen global, regulator menilai kebijakan buyback saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dapat menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas dan memperkuat kepercayaan investor.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pergerakan pasar Indonesia perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas karena sejumlah bursa regional juga mengalami tekanan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, koreksi yang terjadi di pasar domestik tidak terlepas dari gejolak global. Bahkan, sejumlah pasar saham di kawasan Asia mengalami penurunan yang lebih dalam, termasuk bursa Korea Selatan yang sempat menghentikan perdagangan sementara (trading halt) setelah mengalami pelemahan tajam.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Melesat 4,82 Persen ke 5.599, Sentimen Buyback Saham jadi Pendorong
OJK Nilai Sentimen Pasar Mulai Membaik
Friderica menyebut sejumlah kekhawatiran yang sebelumnya disampaikan investor mulai mendapatkan penjelasan sehingga membantu mengembalikan optimisme pasar. Kondisi tersebut tecermin dari penguatan indeks yang terjadi setelah tekanan cukup dalam pada perdagangan sebelumnya.
“Hari ini alhamdulillah rebound dan kita lihat juga beberapa hal yang kemudian menjadi pertanyaan dari investor sudah disampaikan,” ujar Friderica di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca juga: IHSG Terbang 7,57 Persen, Kapitalisasi Pasar Kembali Bergairah di Tengah Reli Saham
Ia menambahkan, seluruh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang terdiri atas Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), terus berkoordinasi erat untuk mencermati perkembangan ekonomi dan pasar keuangan.
Dalam konteks tersebut, OJK menilai upaya menjaga stabilitas pasar tidak hanya bergantung pada kebijakan moneter dan fiskal, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan di sektor pasar modal guna menjaga sentimen investor.
Buyback Tanpa RUPS jadi Instrumen Stabilisasi
Salah satu langkah yang dinilai berpotensi mendukung pemulihan pasar adalah pelaksanaan buyback saham tanpa persetujuan RUPS. Kebijakan ini memungkinkan emiten melakukan pembelian kembali saham secara lebih cepat ketika pasar mengalami tekanan.
Friderica menegaskan bahwa mekanisme tersebut merupakan fasilitas yang telah dimungkinkan dalam kondisi tertentu untuk membantu menjaga stabilitas harga saham di pasar.
“Saat ini dimungkinkan untuk mereka bisa melakukan buyback tanpa RUPS.”
Baca juga: OJK Ungkap Tantangan Integrasi BPJS Kesehatan dan Asuransi Swasta
Menurutnya, wacana implementasi buyback tanpa RUPS yang mulai mengemuka dapat menjadi katalis positif bagi pasar karena menunjukkan komitmen emiten dalam menjaga nilai perusahaan dan meningkatkan keyakinan investor terhadap prospek bisnis mereka.
“Kita melihat ini sama-sama yuk supaya market kita bisa kembali rebound,” kata Friderica.
Kebijakan buyback tanpa RUPS sebelumnya juga pernah digunakan sebagai instrumen stabilisasi pasar pada periode tekanan tinggi. Dalam praktiknya, aksi korporasi tersebut kerap dipandang positif karena mengindikasikan kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan.
Jaga Kepercayaan Investor di Tengah Tekanan Global
Di sisi lain, OJK terus melakukan pemantauan terhadap dampak berbagai perkembangan global, termasuk pergerakan nilai tukar, dinamika suku bunga, hingga ketegangan geopolitik yang memengaruhi arus modal internasional.
Baca juga: OJK Ingatkan Bahaya FOMO dan Paylater, Perempuan Diminta Jaga Keuangan Keluarga
Friderica menegaskan kondisi sektor jasa keuangan nasional hingga saat ini masih terjaga. Otoritas juga terus melakukan asesmen terhadap perbankan maupun keterhubungan antarsektor keuangan guna mengantisipasi potensi risiko yang muncul akibat gejolak eksternal.
Terkait munculnya narasi “Sell Indonesia” di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi, ia mengingatkan investor agar tetap mengedepankan analisis rasional dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau rumor yang belum tentu mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional.
Ia menilai fundamental Indonesia masih berada dalam kondisi yang baik sehingga investor perlu melihat situasi secara objektif dan jernih sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca juga: Ramai Seruan ‘Sell Indonesia’, OJK Tegaskan Fundamental Ekonomi Nasional Masih Baik
Dengan mulai pulihnya pergerakan pasar dan adanya dukungan instrumen seperti buyback saham tanpa RUPS, OJK berharap momentum rebound dapat berlanjut sehingga kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap pasar keuangan Indonesia tetap terjaga. (*)
Editor: Yulian Saputra


