Laba Bersih Bank Muamalat Tumbuh 35,3 Persen
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang bagi perbankan syariah yang ingin memperluas jaringan bisnisnya ke Filipina, mengingat potensi besar di negara tersebut dan adanya rencana perjanjian bilateral antara bank sentral Filipina dengan OJK.
Sebagai informasi OJK dalam waktu dekat akan melakukan kesepakatan bilateral dengan Bank Sentral Filipina atau Bangko Sentral ng Pilipinas pada tahun ini, yang bertujuan untuk memberikan jalan bagi bank di Indonesia yang ingin melakukan ekspansi ke Filipina.
“Banyak, termasuk bank syariah juga bisa ke Filipina karena malah mereka (Bank Sentral Filipina) minta bantuan mengenai bank syariah untuk Filipina di bagian selatan,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 10 Mei 2017.
Muliaman mengatakan peluang kerja sama perbankan antara Indonesia dan Filipina akan dibicarakan lebih lanjut saat kunjungan pimpinan Bank Sentral Filipina atau Bangko Sentral ng Pilipinas pada 3-4 Juni 2017. “Tapi pembicaraannya memang nanti masih tahap awal,” ucapnya.
Menurutnya, pertemuan yang dibahas antara dua negara terkait dengan kesepakatan bilateral sesuai kerangka ASEAN Banking Integration Framework (ABIF). Adapun penerapan keseluruhan ABIF di kawasan Asia Tenggara akan diterapkan pada 2020.
Terkait kunjungan pimpinan Bank Sentral Filipina pada Juni mendatang, kata dia, pertemuan ini masih berupa penjajakan tahap awal. Namun, Muliaman belum dapat memastikan apakah kesepakatan bilateral kerja sama perbankan dengan Filipina dapat terealisasi tahun ini atau tahun depan.
“Ini kan masih tahap awal, jadi ada pembicaraan lebih dulu, seperti orang pacaran aja lah,” paparnya.
Hingga saat ini, belum ada bank domestik yang secara resmi mengajukan permintaan untuk ekspansi ke Filipina. Demikian halnya dengan Bank dari Filipina yang belum meminta izin membuka jaringan di Indonesia. Namun, ada salah satu bank BUMN yang berminat untuk berekspansi ke Filipina. (*)
Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More
Poin Penting Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panja untuk membahas revisi UU… Read More
Poin Penting OJK dan BEI perkuat sinergi penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar modal, termasuk… Read More
Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More