Categories: News UpdatePerbankan

OJK, BI, dan Kemenkeu Tengah Kaji Izin Digitalisasi BPR

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya untuk mendorong agar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bisa semakin digital di tengah pandemi. Untuk itu, OJK terus bersinergi dengan regulator lain seperti Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar BPR bisa melakukan transaksi digital.

Tony, Deputi Direktur Basel dan Perbankan Internasional, Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK mengungkapkan bahwa BI sudah sependapat. Meskipun demikian, BI perlu melakukan beberapa peninjauan terkait kesiapan BPR dalam menyelenggarakan sistem pembayaran digital.

“Kita melihat bahwa BPR tidak boleh tertinggal di masa digital sehingga BPR diperkenankan untuk melakukan transaksi digital. BI sudah sependapat mengenai hal itu. OJK pada prinsipnya sangat mendukung digitalisasi BPR, masuk ke sistem pembayaran dan melalui berbagai channel,” ujar Tony pada webinar yang digelar Infobank Institute dengan tema ‘Digital Banking Outlook 2022: Open Banking Transforming Business Models’ Selasa, 5 Oktober 2021.

OJK juga bersinergi dengan Kemenkeu terkait dengan sistem pembayaran digital pada BPR. Menurut Tony, digitalisasi BPR menjadi salah satu aspek yang akan dibahas pada RUU P2SK yang sedang disusun oleh Kemenkeu.

“Kalau dalam UU Perbankan yang sekarang, BPR dilarang untuk bermain di sistem pembayaran, ini kita minta agar ditinjau kembali. Minimal BPR bisa transfer dana lah. Kita juga perlu dukungan dari teman-teman Perbarindo agar satu suara sehingga message kita ke Presiden dan Parlemen bisa sama,” ucapnya.

Lebih jauh, OJK juga akan segera menerbitkan roadmap pengembangan BPR. Nantinya, salah satu fungsi atau aspek yang dibahas dalam roadmap ini adalah digitalisasi BPR. (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

2 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

5 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

11 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

12 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

13 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

14 hours ago