Perbankan

OJK Beri Sinyal Positif Soal Wacana BTN Akuisisi Muamalat

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal positif atas rencana PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, (BTN) mengakuisisi PT Bank Muamalat Tbk. OJK menilai, Indonesia setidaknya membutuhkan dua sampai tiga bank syariah besar untuk menciptakan persaingan yang sehat di industri tersebut. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, rencana Bank BTN mengakuisisi Bank Muamalat saat ini masih pada tahap pembicaraan antara kedua belah pihak. Dirinya juga menilai dengan adanya konsolidasi perbankan akan membuat persaingan di industri perbankan syariah lebih sehat. 

Baca juga: Begini Update Rencana Akuisisi BTN Syariah dan Bank Muamalat dari OJK

“Sekarang ga sehat (karena) dalam satu pasar syariah sekarang ada satu bank gede banget dan yang lain kecil-kecil itu gak sehat. Perlu ada persaingan sehat dan bantu persaingan bank syariah dengan (bank) konvensional di playing field yang sama. Sekarang kecil-kecil itu ga akan nendang,” ujar Dian dikutip 15 November 2023.

Lebih lanjut kata dia, saat ini memang ada instrumen pemaksaan berupa Undang-Undang yang dapat mempercepat proses merger atau konsolidasi di sektor perbankan syariah. Namun, tambah Dian, OJK tetap akan memberikan ruang bagi bank untuk saling melakukan pendekatan dengan bank lain untuk konsolidasi. 

Sementara itu, Pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengatakan, di tengah pasar yang mayoritas beragama Islam, pangsa pasar perbankan syariah justru masih jauh di bawah konvensional. Menurutnya, pangsa pasar pembiayaan perbankan syariah saat ini berada di bawah 10 persen dari perbankan konvensional. 

Baca juga: Dikabarkan Mau Akuisisi Muamalat, Ini Bocoran Bos BTN

Paul juga menyebutkan rencana BTN melakukan spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) dan menggabungkan dengan bank lain yang diakuisisi, tentunya akan mendorong industri perbankan syariah. Perbankan syariah seharusnya dapat berkembang lebih besar lagi di Indonesia mengingat mayoritas penduduk muslim seharusnya menjadi basis nasabah yang kokoh bagi industri ini.

“Padahal mayoritas penduduk Indonesia itu muslim. Hal itu seharusnya menjadi basis nasabah (customer base) yang kokoh untuk penetrasi ke pasar yang potensial. Sesungguhnya bank syariah harus kerja keras untuk mampu meningkatkan pangsa pasar (market share) dalam mengucurkan pembiayaan,” ungkapnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

3 hours ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

16 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

17 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

17 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

23 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

24 hours ago