Keuangan

OJK Berhasil Kembalikan Rp167 Miliar Dana Korban Penipuan Digital

Poin Penting

  • OJK melalui IASC telah mengembalikan Rp167 miliar dana milik 1.072 korban penipuan digital hingga 26 Februari 2026.
  • Sejak beroperasi pada 22 November 2024, IASC menerima 477.600 laporan dan memblokir 436.727 dari total 809.355 rekening yang dilaporkan.
  • Total dana korban yang berhasil diblokir mencapai Rp566,1 miliar, serta ditemukan 75.711 nomor telepon terkait kasus penipuan.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga 26 Februari 2026 berhasil mengembalikan dana korban scam/penipuan digital sebesar Rp167 miliar melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan dana tersebut merupakan milik 1.072 korban scam yang berhasil diblokir IASC dari 15 bank yang digunakan pelaku kejahatan.

Baca juga: IASC Selamatkan Dana Korban Scam Rp402,5 Miliar hingga Akhir 2025

Sejak IASC mulai beroperasi pada 22 November 2024 hingga 26 Februari 2026, IASC telah menerima 477.600 laporan. Dari jumlah tersebut, 243.323 laporan disampaikan korban melalui Pelaku Usaha Sektor Keuangan (bank dan penyedia sistem pembayaran) yang kemudian dimasukkan ke sistem IASC, sedangkan 234.277 laporan dilaporkan langsung oleh korban.

“Jumlah rekening dilaporkan sebanyak 809.355 dan jumlah rekening sudah diblokir sebanyak 436.727,” kata Kiki sapaan akrab Friderica dalam konferensi pers RDK, dikutip, Rabu, 4 Maret 2026.

Baca juga: Scam Kian Merajalela, IASC Blokir Dana Rp436,88 M dari Kerugian Rp9,1 T

Kiki menyampaikan bahwa sejauh ini, total dana korban yang sudah diblokir sebesar Rp566,1 miliar.Selain itu, IASC juga menemukan sebanyak 75.711 nomor telepon yang dilaporkan oleh korban penipuan.

“IASC akan terus meningkatkan kapasitasnya mempercepat penanganan kasus penipuan di sektor keuangan,” tegas Kiki. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Usai Digeledah OJK, Mirae Asset Tegaskan Hormati Proses Hukum dan Kooperatif

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggeledah kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terkait dugaan… Read More

3 hours ago

Penipuan Keuangan Meningkat saat Ramadan, OJK Beberkan Modusnya

Poin Penting OJK mencatat 13.130 laporan penipuan dalam 10 hari pertama Ramadan 2026, melibatkan 22.593… Read More

4 hours ago

IHSG Anjlok 4,57 Persen, Sentuh Level Terendah Enam Pekan

Poin Penting IHSG ditutup melemah 4,57% ke level 7.577,06, mencatat koreksi tiga hari beruntun dan… Read More

4 hours ago

Iran Serang Kapal Lintasi Selat Hormuz, Jalur Vital Energi Dunia Ditutup

Poin Penting: Iran mengancam menyerang setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz dan mengeklaim telah menutup… Read More

4 hours ago

Trading Halt IHSG Bayangi Bursa Asia, BI Sebut Koreksi Imbas Perang Israel-AS vs Iran

Poin Penting: Koreksi IHSG dipicu eskalasi perang Iran versus AS-Israel yang memicu kekhawatiran krisis energi… Read More

4 hours ago

Prabowo Bahas Perang Iran Bareng SBY dan Jokowi: Indonesia Harus Siap

Poin Penting Prabowo menegaskan Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan dampak perang Iran dan eskalasi… Read More

4 hours ago