Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Digital, dan Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (ITSK) OJK, Hasan Fawzi. (Foto: Khoirifa)
Poin Penting
Jakarta – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi menyatakan bahwa, pihaknya saat ini belum menerima paket calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi.
Hasan menjelaskan OJK akan memberikan panduan terkait dengan ketentuan pencalonan untuk perusahaan-perusahaan efek sebagai pemegang saham BEI pada akhir Maret.
“Jadi nanti kami akan memberikan guidance bahwa per akhir Maret itu angka statistik satu tahun ke belakang akan jadi acuan untuk eligibilitas atau kelayakan para perusahaan efek mengajukan paket calon. Jadi belum ada yang secara resmi masuk ke OJK,” ucap Hasan kepada media dikutip, 26 Maret 2026.
Baca juga: Respons BEI setelah 7 Pejabat Baru OJK Dilantik
Ia mengimbau kepada pemegang saham BEI untuk melakukan penelaahan, penelitian, hingga pemeriksaan kecakapan terhadap calon-calon direksi BEI sebelum diajukan secara resmi kepada OJK.
“Perusahaan-perusahaan efek sebagai pemegang saham wajib melakukan penelaahan, penelitian dan pemeriksaan kecakapan dan properness kemampuan dari masing-masing calon yang mau jadi direktur utama, direktur perdagangan, dan sebagainya. Jadi datang ke OJK itu kami berharap calon-calon yang sudah terseleksi dengan baik dari perusahaan efek,” imbuhnya.
Diketahui, OJK telah menetapkan batas akhir pemegang saham untuk mengajukan paket calon direksi BEI, yakni pada tanggal 4 Mei 2026 mendatang, dengan mengacu pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 58/POJK.04/2016.
Setelah nama-nama paket calon direksi BEI telah diterima OJK, maka langkah selanjutnya adalah pembentukan panitia seleksi (pansel) yang terdiri dari deputi komisioner di sektor pasar modal bersama anggotanya.
Baca juga: BEI Proyeksi Outflow Investor Asing pada Maret 2026 Tak Terlalu Deras, Ini Alasannya
Sebelumnya, telah beredar tiga paket calon nama direksi BEI, di mana pada paket pertama salah satunya tercantum nama Iding Pardi yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
Lalu, paket kedua berisi nama-nama jajaran direksi BEI saat ini, di antaranya adalah Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy.
Sedangkan, paket nama ketiga, sebagian berasal dari jajaran direksi PT BRI Danareksa Sekuritas, yakni Laksono Widodo dan Fifi Virgantria. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Gala Bumiperkasa (PT GBP) dijatuhi sanksi Rp214,68 miliar karena melaporkan SPT tidak… Read More
Poin Penting IHSG sesi I Kamis (26/3) ditutup melemah 1,21 persen ke level 7.214,08 dari… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan sistem Coretax akan terus diperbaiki agar lebih… Read More
Poin Penting DJP mencatat 9.072.935 SPT Tahunan PPh 2025 telah dilaporkan hingga 25 Maret 2026… Read More
Poin Penting Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta warga menghemat energi, termasuk mempersingkat waktu… Read More
Poin Penting 1.528 SPPG dihentikan sementara sejak Januari 2025 hingga 25 Maret 2026, namun trennya… Read More