Keuangan

OJK Beberkan Sejumlah Langkah Percepat Proses Spin Off Asuransi

Poin Penting

  • OJK minta perusahaan asuransi siapkan dokumen, pahami ketentuan, dan pastikan kompetensi calon pihak utama sebelum ajukan spin off UUS
  • Pengalihan portofolio wajib ke perusahaan dengan produk serupa, disertai pemberitahuan ke peserta dan komunikasi dengan mitra bisnis
  • Batas spin off UUS hingga 31 Desember 2026; 28 UUS sudah ajukan, 3 selesai spin off, 5 masih proses, dan 20 belum tentukan skema.

Jakarta – Kepala Departemen Pengawas Asuransi dan Jasa Penunjang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sumarjono, memaparkan sejumlah langkah yang perlu ditempuh perusahaan asuransi yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) dalam melaksanakan pemisahan usaha (spin off).

Menurutnya, dalam proses perizinan spin off, perusahaan harus memahami ketentuan yang berlaku serta menyiapkan dokumen secara optimal agar pengajuan kepada OJK dapat diproses lebih cepat.

“Dan juga memastikan track record kompetensi calon pihak utama, tidak menambah produk yang baru selain yang dipasarkan, karena ini tentunya akan ada proses perizinan produk yang baru,” ucap Sumarjono dalam webinar dikutip, 25 Februari 2026.

Baca juga: Masuk Pasar Asuransi Kesehatan, Roojai Tawarkan Produk Berkonsep Perlindungan Modular

Selain itu, bagi perusahaan yang melakukan pengalihan portofolio, perlu memastikan bahwa perusahaan penerima memiliki produk asuransi yang serupa. Perusahaan juga wajib menyampaikan pemberitahuan rencana spin off kepada para peserta.

Komunikasi dengan mitra bisnis turut menjadi aspek penting agar operasional tetap berjalan pasca spin off. Di samping itu, perusahaan diminta segera melakukan pendaftaran akun pada sistem informasi OJK.

“Jadi tentu kita harus ada keberanian untuk mulai dengan perencanaan yang matang, karena spin-off ini bukan akhir dari unit syariah, tetapi spin off ini adalah awal dari entitas syariah yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri,” imbuhnya.

Baca juga: OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Sebagai informasi, batas waktu pelaksanaan spin off UUS asuransi sesuai kebijakan OJK jatuh pada 31 Desember 2026. Hingga saat ini, tercatat 28 UUS asuransi telah mengajukan proses spin off ke OJK.

Namun demikian, masih terdapat 20 perusahaan asuransi yang belum menentukan skema spin off yang akan dipilih. Sementara itu, tiga perusahaan telah resmi melakukan spin off dan lima perusahaan lainnya masih dalam proses. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

7 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

7 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

7 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

8 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

8 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

11 hours ago