Perbankan

OJK Beberkan Penyebab Kredit UMKM Masih Tumbuh Lambat pada 2025

Poin Penting

  • Kredit UMKM hanya tumbuh 0,23% yoy per September 2025, jauh lebih lambat dibandingkan kredit korporasi dan konsumsi rumah tangga.
  • OJK menilai perlambatan disebabkan oleh kehati-hatian perbankan, terutama akibat risiko tinggi dan kebijakan hapus buku serta hapus tagih.
  • Lewat POJK Nomor 19 Tahun 2025, OJK berupaya mendorong kemudahan akses pembiayaan serta memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih tangguh.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan penyaluran kredit di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih mengalami perlambatan hingga September 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mencatat kredit UMKM hanya tumbuh 0,23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan ekspansi kredit di segmen korporasi dan konsumsi rumah tangga.

“Pertumbuhan kredit UMKM memang lebih lambat dibandingkan dengan ekspansi kredit korporasi dan konsumsi rumah tangga, sebagaimana terlihat pada bulan September 2025 kredit UMKM tumbuh hanya 0,23 persen year-on-year,” kata Dian dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, dikutip, Senin, 10 November 2025.

Baca juga: OJK Perkuat Aturan Hapus Buku Kredit Macet UMKM, Ini Tujuannya

Dian menjelaskan, perlambatan ini disebabkan oleh sikap hati-hati perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor UMKM. Hal itu juga dipengaruhi oleh kebijakan hapus buku dan hapus tagih, yang membuat bank semakin cermat dalam menjaga kualitas kredit.

“Sehingga bank itu lebih cenderung berhati-hati ya karena risiko segmen ini (UMKM) memang lebih tinggi dibandingkan dengan segmen lainnya,” ungkapnya.

Untuk mendorong pembiayaan, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan bagi UMKM. Regulasi ini diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha dan perbankan dalam proses pengajuan serta penyaluran kredit.

“Pelaku bisnis, UMKM, dan industri perbankan ini akan memperoleh berbagai kemudahannya untuk mengakses dan memproses kredit UMKM dalam rangka mengakselerasi penyeluruhan kredit,” tandasnya.

Perkuat Ekosistem dan Kapabilitas UMKM

Dalam kesempatan tersebut, Dian menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat. OJK juga meminta perbankan untuk mempermudah persyaratan kredit, mempercepat proses pengajuan, dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan segmen UMKM, dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

Baca juga: Realisasi Hapus Tagih UMKM Baru 6 Persen, DPR Minta OJK Bertindak Cepat

Selain itu, Dian juga menegaskan perlunya dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, termasuk melalui pelatihan manajemen usaha, perbaikan pencatatan keuangan, digitalisasi bisnis, dan pendampingan off-taker agar UMKM dapat naik kelas.

“Pemerintah, OJK, dan industri perbankan dan lembaga pengembangan UMKM terkait senantiasa bersinergi dalam merumuskan dan mengimplementasikan program kementerian yang memperbuat kapabilitas UMKM,” tandasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

2 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

2 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

2 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

3 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

4 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

5 hours ago