News Update

OJK Beberkan Modus Serangan Siber yang Patut Diwaspadai Pelaku Pasar Modal

Poin Penting

  • OJK menegaskan bahwa keamanan siber tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku, kewaspadaan pengguna, serta mekanisme deteksi dini
  • Serangan siber di pasar modal kini semakin canggih dan menyasar celah kecil, terutama pada aplikasi non-kebursaan seperti credential API dan kunci akses server
  • Ancaman juga meningkat dari sisi nasabah, dengan maraknya peretasan akun pribadi yang digunakan untuk melakukan transaksi saham yang merugikan investor.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keamanan siber saat ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga harus melibatkan perubahan perilaku, kewaspadaan pengguna, hingga mekanisme deteksi dini yang kuat dari seluruh pelaku industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyebutkan hal tersebut perlu dilakukan karena serangan siber terus berkembang lebih canggih, terstruktur, dan terarah.

“Serangan dapat masuk dari berbagai titik, baik dari sisi kelemahan sistem internal, maupun dari sisi pengguna. Ekosistem pasar modal yang saling terhubung membuat insiden sekecil apapun berpotensi berdampak sistem ini,” ucap Inarno dalam acara seminar bertajuk “When Security Becomes the Greatest Risk in Financial Industry” yang digelar Infobank Media Group bersama FDS PAC Group dan APEI, di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta, Kamis, 20 November 2025.

Baca juga: Jadi Sasaran Utama Serangan Siber, BEI dan Anggota SRO Lakukan Jurus Ini

Contoh Kasus Siber Pasar Modal

Inarno membeberkan, kasus serangan siber yang sering terjadi saat ini lebih mengarah kepada celah keamanan aplikasi non-kebursaan yang menyasar terkait dengan credential Application Programming Interface( API) dan kunci akses pada server host-to-host.

“Modus serangan ini memberikan pelajaran yang berharga bagi kita semua, bahwa serangan modern tidak lagi menyerang kepada sistem inti, tetapi memanfaatkan kelemahan kecil di area pendukung,” imbuhnya.

Selain itu, kata Inarno, ancaman siber juga telah datang daru sisi nasabah atau pengguna. Banyak kasus peretasan rekening efek nasabah melalui akun atau email pribadi.

Baca juga: Bos Infobank Ajak Industri Keuangan Gencar Mitigasi Serangan Siber “Tuyul Digital”

“Pelaku akan masuk ke platform transaksi dan melakukan jual-beli saham yang tidak memberikan manfaat apapun bagi nasabah, namun menguntungkan bagi pihak tertentu melalui pelawan transaksi,” ujar Inarno.

Meningkatnya ancaman siber sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang terjadi begitu pesat. Apalagi saat ini, proses perdagangan makin mengandalkan sistem elektronik yang terintegrasi. Hal ini telah mengubah landscape pasar modal Indonesia secara fundamental. . (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

1 hour ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

15 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

21 hours ago