Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun merangkap Anggota Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono dalam acara Infobank “Non-Bank Financial Forum 2025” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat, 1 Agustus 2025. (Foto: Muhammad Zulfikar)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi pada periode Januari hingga Juli 2025 masih tumbuh 0,77 persen yoy menjadi Rp194,55 triliun.
Angka itu terdiri dari premi asuransi jiwa yang terkontraksi 0,84 persen yoy dengan nilai sebesar Rp103,42 triliun. Sedangkan premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 2,67 persen yoy menjadi Rp91,13 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, merinci kanal distribusi premi asuransi jiwa masih didominasi oleh bancassurance dan agensi dengan porsi masing-masing 39,69 persen dan 31,79 persen.
Baca juga: DPR Desak OJK Perketat Pengawasan Investasi Asuransi, Cegah Gagal Bayar Terulang
“Sedangkan untuk asuransi umum, kontribusi terbesar berasal dari pialang 34,00 persen dan direct marketing 31,83 persen,” ucap Ogi dalam keterangan tertulis dikutip, 26 September 2025.
Menurut Ogi, kanal distribusi baik asuransi umum maupun jiwa diperkirakan akan tetap menjadi sumber premi bagi industri asuransi pada tahun ini.
Baca juga: OJK Optimistis Premi Asuransi Umum dan Reasuransi Tumbuh hingga 8 Persen Akhir Tahun
Oleh karena itu, OJK tetap optimistis bahwa proyeksi pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi di sepanjang tahun 2025 dapat tercapai di kisaran 7 hingga 8 persen year on year (yoy).
“Pertumbuhan premi tersebut utamanya bakal didorong oleh produk asuransi proyek pemerintah hingga tren konsumsi masyarakat,” kata Ogi. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Agrinas menyatakan siap menunda rencana impor 105 ribu kendaraan dari India mengikuti arahan… Read More
Poin Penting Astra Otoparts (AUTO) membukukan laba bersih Rp2,20 triliun pada 2025, meningkat dari Rp2,03… Read More
Poin Penting Program MBG telah menyerap Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026, setara 10,9% dari… Read More
Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Pada 23 Februari 2026, investor asing mencatat net foreign buy Rp1,09 triliun, meski… Read More