Dukung Idul Fitri, Bank BNI Siapkan Uang Tunai Rp59,5 Triliun
Jakarta–Niat Pemerintah untuk segera menerapkan pengampunan pajak (tax amnesty) untuk menarik dana-dana yang ditempatkan di luar negeri saat ini masih dibahas bersama DPR.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri berharap, dana repatriasi tax amnesty dapat masuk ke instrumen keuangan yang lebih bersifat jangka panjang, sehingga tingkat permodalan maupun likuiditas industri keuangan ikut meningkat guna pembiayaan pembangunan.
Kendati demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Firdaus Djaelani mengungkapkan, bahwa sebelum dana repatriasi tersebut disalurkan ke instrumen keuangan, harus dipastikan terlebih dahulu apakah dana tersebut sudah diinvestasikan di Indonesia atau belum.
“Kita masih mikir sebetulnya seberapa besar repatriasi akan datang. Ketika investasi di luar kan enggak nganggur. Jangan-jangan itu uang ada di sini, cuma diatur oleh fund manager asing saja. Jadi kita belum tahu berapa yang akan masuk,” ujar Firdaus, di Jakarta, Senin, 2 Mei 2016.
Firdaus mengaku, sejauh ini pihaknya tengah menginventarisir di instrumen keuangan mana saja dalam industri keuangan nonbank dana repatriasi tax amnesty tersebut bisa masuk.
“Potensinya kalau selama ini, terutama ke obligasi korporasi, nanti akan masuk mendorong teman-teman yamg menerbitkan obligasi koperasi. Nanti kalau ada dananya, pasar akan menyesuaikan. Yang penting undang-undangnya dulu,” tukasnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More