Categories: Keuangan

OJK Bakal Bentuk Satgas Penerapan GCG

Jakarta–Guna mendorong penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada perusahaan-perusahaan di Indonesia khususnya yang sudah melantai di pasar modal (emiten), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana akan membentuk satuan tugas (satgas).

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan, dengan membentuk satgas dalam penerapan GCG pada emiten, maka diharapkan perusahaan publik di Indonesia dapat bersaing menjadi perusahaan dengan prinsip GCG terbaik di tingkat ASEAN.

“‎Nanti kita akan buat satgas khusus yang dikoordinir OJK dengan melibatkan para ahli dan beberapa perusahaan yang kita harapkan unggul di ASEAN,” ujar Muliaman di Jakarta, Selasa, 17 November 2015.

Menurutnya, dari 50 perusahaan di ASEAN yang sudah menerapkan prinsip GCG terbaik, hanya ada dua perusahaan perbankan asal Indonesia yang masuk kategori tersebut. Oleh sebab itu, pembentukan satgas dirasa penting agar emiten di Indonesia dapat menerapkan GCG di tingkat ASEAN.

“Sekarang award pada tingkat ASEAN itu diberikan kepada 50 perusahaan di ASEAN yang cukup baik menerapkan prinsip governance level ASEAN. Tapi hanya ada 2 perusahaan perbankan Indonesia yang masuk,” tukasnya.

Dia berharap, dengan pembentukan satgas tersebut, maka tahun depan akan semakin banyak lagi emiten yang memenuhi kriteria penerapan prinsip GCG di tingkat ASEAN. Bukan hanya perbankan, namun juga industri keuangan lainnya mampu menembus penerapan GCG terbaik level ASEAN.

“‎Terutama itu perusahaan terbuka. Kita bangun budaya lebih kondusif, mekanisme governance yang lebih baik. Kita ingin ada perusahaan Indonesia yang menonjol dalam penerapan governancenya,” tutup Muliaman. (*) Rezkiana Nisaputra

Paulus Yoga

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

41 mins ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

1 hour ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

2 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

2 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

3 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

3 hours ago