OJK; Waspadai NPL. (Foto: Erman)
Meski ada kenaikan NPL naik, namun masih di bawah batas 5%. Ria Martati
Jakarta–Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang melambat diiringi dengan pertumbuhan kredit bermasalah (NPL).
Seperti diketahui, OJK mencatat pertumbuhan kredit UMKM hanya 3,7% secara year to date pada akhir Juli 2015, lebih rendah dari pertumbuhan kredit secara keseluruhan yang tercatat 4,34%.
Sementara di sisi kuslitas kredit, per Juli 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat NPL gross kredit UMKM mencapai 4,9%, naik dibanding Desember 2014 yang mencapai 3,99%.
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK 3 Irwan Lubis mengatakan, dua sektor mencatat kenaikan NPL tertinggi yaitu sektor kelistrikan, gas, dan air mencapai 12,9%. Selain itu, sektor konstruksi juga tercatat kredit bermasalahnya sebesar 9,17%.
“Dua sektor itu yang perlu dicermati tentunya juga sektor pertambangan,” kata Irwan di Jakarta Kamis 17 September 2015.
Kendati demikian menurutnya kenaikan NPL secara agregat masih lebih rendah dari batas maksimalnya yaitu 5%.
“kalau NPL di atas 5% maka status pengawasannya berubah,secara agregat nett-nya 1,29% ,”kata dia. (*)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More