Keuangan

OJK Akan Kawal Class Action Nasabah Wanaartha

Jakarta – Persoalan yang dihadapi Wanaartha Life (WAL) terus berlanjut. Beberapa waktu lalu, sebanyak 504 pemegang polis melakukan sidang gugatan perwakilan kelompok atau class action atas gagal bayar yang dialami perusahaan asuransi jiwa ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono mengatakan, pihaknya menghormati segala upaya hukum yang dilakukan dalam kasus ini.

Baca juga: Tegas! OJK Kasih Kartu Merah Akuntan Publik dan KAP Buntut Kasus WanaArtha Life

“Terkait dengan class action, OJK tentunya menghargai dan menghormati setiap hak dari pemegang polis untuk melakukan upaya hukum dalam kasus PT WAL,” ujarnya, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, di Jakarta, Senin, 9 Oktober 2023.

Sebagai bentuk perlindungan konsumen, Ogi menegaskan, akan terus mengawal seluruh proses hukum yang berjalan atas kasus WAL hingga benar-benar selesai.

“Selanjutnya OJK telah berkomitmen untuk mengikuti dan menghargai setiap proses dan upaya hukum yang dilakukan termasuk gugatan class action yang ditujukan oleh beberapa pemegang polis,” ungkapnya.

Baca juga: Tegas! OJK Mulai Memburu Pelaku Asuransi ‘Bodong’

Sebagai informasi, para pemegang polis WAL dalam gugatannya menuntut pemerintah bertanggung jawab atas kerugian yang diderita dengan nilai mencapai Rp822 miliar, yang berasal dari 1.165 polis. (*) Bagus Kasanjanu

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Siapkan Notasi Khusus bagi Emiten yang Belum Penuhi Free Float 15 Persen

Poin Penting OJK akan memberi notasi khusus pada emiten yang belum memenuhi ketentuan free float… Read More

40 mins ago

MA AS Batalkan Tarif Trump, Ini Reaksi Prabowo

Poin Penting MA AS membatalkan sebagian kebijakan tarif Trump, namun Indonesia memastikan perjanjian dagang bilateral… Read More

57 mins ago

Muamalat DIN Dorong Zakat Digital, Volume Ziswaf Melonjak

Poin Penting Transaksi ziswaf melalui Muamalat DIN naik 24,75% secara tahunan hingga akhir 2025, menunjukkan… Read More

1 hour ago

BEI Ungkap 8 Perusahaan Antre Masuk Bursa, Didominasi Aset Jumbo

Poin Penting BEI mencatat 8 perusahaan dalam pipeline IPO 2026, terdiri dari 5 perusahaan aset… Read More

2 hours ago

BI dan Kemenkeu Sepakat Debt Switching SBN Rp173,4 Triliun Tahun Ini

Poin Penting BI dan Kemenkeu sepakat lakukan debt switching SBN Rp173,4 triliun pada 2026, sesuai… Read More

2 hours ago

Askrindo Perluas Asuransi Pariwisata di Jateng, Gandeng 20 Biro Travel

Poin Penting Askrindo menandatangani MoU dengan 20 biro travel di Jateng untuk memperluas perlindungan asuransi… Read More

3 hours ago