Keuangan

OJK Ajari Emak-Emak di Bantul Cara Lawan Rentenir

Yogyakarta — Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menekankan pentingnya program literasi dan inklusi keuangan terhadap perempuan.

Sebab, berdasarkan data OJK, perempuan adalah kelompok terbesar kedua yang menjadi korban penipuan dalam transaksi keuangan, baik yang dilakukan oleh retenir, pelaku investasi ilegal, maupun pelaku pinjaman online (pinjol) ilegal.

“Kelompok terbesar pertama adalah guru. Tapi, guru juga banyak yang perempuan. Bisa jadi, kelompok terbesar pertama adalah perempuan,” ujar Kiki, sapaan Friderica Widyasari Dewi, di Yogyakarta, Jumat, 12 Mei 2023.

Kiki menyampaikan hal itu dalam kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan bertema “Meningkatkan Cakap Keuangan Perempuan Kabupaten Bantul”, di Pendompo Manggala Parasamya, Kantor Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Selain Kiki, kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan ini juga menghadirkan Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur BI; dan Lana Soelistianingsih, Kepala Eksekutif LPS, sebagai narasumber.

​Menurut Kiki, tingginya kasus sengketa (distbute) dalam transaksi keuangan yang dialami oleh perempuan menjadikan kelompok masyarakat ini sebagai target utama kegiatan literasi dan inklusi keuangan.

Apalagi, “Berdasarkan data, tingkat inklusi keuangan sudah mencapai 80%, tapi tingkat literasi keuangan baru 50%. Sehingga, literasi di kalangan perempuan sangat penting,” tambahnya.

Menurut Kiki, OJK telah membuat terobosan untuk meningkatkan literasi dan memperluas akses keuangan masyarakat terutama di daerah dengan mengoptimalkan kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

“Kita berharap, keberadaan TPAKD dapat berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian, serta menciptakan kondisi sosial dan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Kiki.

Kata Kiki, masih maraknya praktik rentenir karena masyarakat sendiri masih mau dan membutuhkan. Untuk melawan mereka, perlu dilakukan dengan cara-cara mereka juga.

“Rentenir bisa menyediakan pembiayaan secara cepat dan mudah dalam prosesnya. Untuk itu kita lawan dengan memberikan kemudahan akses, kecepatan, kemudahan, dan harus lebih murah, sehingga masyarakat akan beralih ke lembaga jasa keuangan resmi,” tutupnya. Darto W.

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

11 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

11 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

11 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

12 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

13 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

13 hours ago