News Update

OJK: 40% Keamanan Data Berada di Tangan Konsumen

Jakarta – Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Triyono Gani mengungkapkan, 40% keamanan data pribadi berada di tangan konsumen sendiri. Karena menurutnya, keamanan data bersifat sangat personal.

“40% lebih keamanan data itu berada di tangan user, seperti tidak membuat password yang mudah ditebak misalnya atau tidak membagikan kode OTP yang dirahasiakan ke pihak lain. Jadi siapapun tak percaya siapapun. Jadi, keamanan cyber benar-benar adalah hal yang personal, sehingga tak boleh disebar ke siapapun,” ujar Triyono, pada webinar bertajuk “Digital Financial Outlook 2022: Cyber Security Transformation in Digital Financial Era”, yang digelar Infobank dengan Multipolar dan IBM, Selasa, 16 November 2021.

Dirinya mengingatkan kembali, jika ada tendensi kasus kebocoran data, masyarakat diminta segera laporkan ke OJK. Ia menegaskan bahwa tidak ada kompromi bagi penyelenggara jasa keuangan untuk tidak mencegah kebocoran data pribadi.

“Jadi kalau ada kebocoran data, langsung laporkan ke OJK, maka OJK akan langsung trace itu. Jadi sepanjang anda mengumpulkan data pribadi dan memaintain data tersebut, maka anda harus menjaga data itu, titik,” ungkapnya.

Maka dari itu, dirinya mengingatkan kembali pentingnya Undang-Undang Tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) sebagai payung perlindungan data konsumen yang mengikat setiap institusi keuangan untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam melindungi data konsumen.

“Maka dari itu, pengaturan UU PDP sangat penting, sehingga orang yang berada di bawah payung UU tersebut memiliki tanggung jawab untuk melindungi data yang dia collect, karena sekali lagi ini semua akan mengarah ke meningkatkan daya saing perekonomian kita. Karena nanti yang diuntungkan adalah masyarakat kita juga,” ucapnya. (*) Steven Widjaja

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

5 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

5 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

6 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

10 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

19 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

19 hours ago