Poin Penting
- CIMB Niaga meluncurkan kampanye “OCTO untuk Keluarga Indonesia” guna memperkuat literasi dan pengelolaan keuangan keluarga melalui aplikasi OCTO
- Kampanye mengusung pendekatan O-C-T-O yang mencakup Olah Dana, Capai Mimpi, Tangkis Risiko, dan Optimalkan Keseruan untuk membantu keluarga mencapai tujuan finansial
- CIMB Niaga juga menghadirkan fitur baru seperti Ask OCTO dan WhatsApp Call 24 jam gratis, sekaligus menggandeng Asri Welas sebagai wajah kampanye.
Jakarta – Sejalan dengan semangat Hari Keluarga Nasional yang diperingati 29 Juni lalu, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memperkuat peran aplikasi OCTO untuk segmen keluarga dengan memperkenalkan kampanye bertajuk “OCTO untuk Keluarga Indonesia”.
Lewat kampanye ini, CIMB Niaga ingin menghadirkan solusi finansial bagi keluarga Indonesia lewat sejumlah inovasi fitur pada aplikasi OCTO.
“Kami ingin menghadirkan OCTO tak cuma sebagai aplikasi digital banking, tapi juga sebagai pendamping yang relevan bagi keluarga Indonesia dalam merencanakan, bertumbuh, dan mewujudkan berbagai aspirasinya. Ini selaras dengan purpose Perseroan Advancing Customers and Society,” ujar Amir Widjaya, Head of Marketing, Brand and Customer Experience CIMB Niaga, saat Media Gathering OCTO Family di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Untuk mendukung hal tersebut, CIMB Niaga mengembangkan pendekatan pengelolaan keuangan yang mudah diadopsi keluarga, yaitu melalui empat jurus O-C-T-O.
Pendekatan ini mencakup Olah Dana untuk membantu pengelolaan keuangan yang lebih disiplin, Capai Mimpi untuk mendukung pencapaian tujuan finansial secara bertahap, Tangkis Risiko untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga, serta Optimalkan Keseruan agar keluarga tetap dapat menikmati momen kebersamaan dengan lebih optimal.
Baca juga: OCTO Masuk Fase Deepening, CIMB Niaga Perkaya Layanan Investasi
Lebih lanjut Amir menjelaskan, kampanye OCTO untuk keluarga Indonesia ini tak menyasar segmen spesifik tertentu seperti nasabah affluent. Namun, menargetkan seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Amir, persoalan kesehatan perilaku finansial terjadi di hampir semua segmen nasabah. Di mana, persoalan inilah yang ingin di-address oleh pihaknya lewat kampanye OCTO Family.
“Jadi, bukan masalah dia seberapa banyak income level-nya, apakah di urban, apakah dia di second tier city, apakah dia privileged atau tidak. Tapi, bagaimana mengenalkan habit memiliki mimpi, financial goal, berdisiplin (dalam mengelola keuangan),” ucap Amir.
Maka dari itu, Amir mengategorikan target segmen dari kampanye OCTO Family ini sebagai yang terbesar karena menyasar hampir semua lapisan keluarga di luar nasabah affluent. Mulai dari sandwich generation hingga mereka para kakek nenek yang harus menghidupi cucu mereka.
“Kita lihat ini memang sebuah polemik yang ada, benar-benar ada di keluarga Indonesia. Tidak cuma kota besar, tapi juga second tier city. Dan, ini memang jadi target market kita yang penting,” tegas Amir.
Kondisi yang ditemukan pihaknya itu turut diperkuat oleh sebuah data yang pernah dirilis Programme for International Student Assessment (PISA) beberapa tahun lalu, yang menunjukkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat literasi keuangan siswa-siswi terendah di antara negara-negara OECD.
Inilah yang menjadikan pihaknya melihat kampanye OCTO Family ini sebagai urgensi untuk memperkenalkan dan memperdalam literasi keuangan generasi muda di Indonesia.
Ia turut menyampaikan, kampanye OCTO Family ini bakal menyasar nasabah eksisting maupun nasabah baru. Mengingat, persoalan pengelolaan keuangan yang masih rendah pada kedua segmen.
“Kadang kita lihat tuh alur gajinya. Masuk, langsung keluar, habis. Masuk, langsung keluar, habis. Wah, kita juga perlu pikirin nasabah kita nih. Gimana nasabah kita bisa naik kelas. Karena, kalau nasabah kita naik kelas, kita ikutan naik kelas sebagai institusi perbankan,” terangnya.
Lewat berbagai metode kampanye seperti media video pendek maupun program lainnya, pihaknya akan berupaya menyadarkan masyarakat Indonesia untuk tidak hanya mengandalkan satu sumber revenue, tapi juga mengelolanya lewat berbagai instrumen investasi yang disediakan aplikasi OCTO.
Di kesempatan yang sama, Head of Digital Banking and Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh menyampaikan, pendekatan OCTO semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan layanan digital banking dalam aktivitas finansial nasabah.
Untuk itu, CIMB Niaga terus mengembangkan OCTO agar dapat menghadirkan solusi yang praktis dan mudah diakses bagi seluruh keluarga.
“Aplikasi OCTO dirancang untuk memudahkan nasabah memenuhi berbagai kebutuhan finansial dalam satu platform terintegrasi. Mulai dari transaksi harian, pembukaan tabungan, berinvestasi, hingga mengajukan pinjaman sesuai kebutuhan,” sebut Lusi.
Melengkapi pengalaman tersebut, CIMB Niaga terus berinovasi menghadirkan berbagai fitur dalam aplikasi OCTO, di antaranya Ask OCTO dan WhatsApp Call, layanan Contact Center berbasis digital yang dapat diakses melalui aplikasi OCTO dan WhatsApp resmi CIMB Niaga. Layanan tersebut menggantikan layanan Contact Center sebelumnya yaitu 14041.
Melalui Ask OCTO dan WhatsApp Call, nasabah dapat terhubung dengan CIMB Niaga kapan pun selama 24 jam melalui chat maupun panggilan (call) tanpa biaya pulsa, dari mana saja, termasuk saat berada di luar negeri.
Inovasi tersebut mengantarkan CIMB Niaga sebagai bank pertama di Indonesia yang menghadirkan WhatsApp Call sebagai channel resmi Contact Center, sehingga layanan menjadi lebih mudah diakses dan sesuai dengan kebiasaan komunikasi nasabah di Indonesia saat ini.
Baca juga: BI Rate Naik Lagi, CIMB Niaga Beberkan Dampaknya ke Kredit dan Ekonomi
Sebagai representasi dari keseharian keluarga Indonesia masa kini, dalam kampanye OCTO untuk Keluarga Indonesia ini, CIMB Niaga menggandeng figur publik Asri Welas.
Ia dipilih karena dalam berbagai perannya sebagai ibu, pekerja, dan entrepreneur, Asri menggambarkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam keluarga, dengan menunjukkan “Panglima Mimpi Keluarga” sebagai tagline kampanye OCTO Family yang berupaya memastikan keluarga dapat terus melangkah dan mewujudkan masa depan yang lebih baik. (*) Steven Widjaja


