BTN Sudah Realisasikan 37,1% Target Program Sejuta Rumah
Jakarta–PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC NISP) mematok outstanding Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di angka Rp12 triliun pada akhir tahun ini.
“KPR porsi sekitar 70% dari total consumer loan. KPR akhir tahun kita kejar semaksimal mungkin, Rp12 triliun di akhir tahun,” ujar Division Head Secured Loan OCBC NISP, Veronika Susanti di Jakarta, Rabu, 25 November 2015.
Per September 2015, total outstanding kredit OCBC NISP mencapai Rp82 triliun, di mana 14% di antaranya disumbang bisnis consumer loan. Demikian outstanding consumer loan ada di kisaran Rp11,5 triliun. Dari jumlah tersebut, 70% merupakan KPR.
“Pencairan KPR baru sepanjang tahun ini, sampai dengan Oktober sudah sebesar Rp2 triliun. Tahun ini kita tumbuh sekitar 5%,” imbuh Veronika.
Ia mengaku, pertumbuhan KPR sendiri masih terbatas karena adanya pengetatan aturan oleh Bank Indonesia terkait kredit di sektor properti. Pertumbuhan kredit properti sendiri berdasarkan data Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI) hanya di kisaran 4% pada September 2015.
Namun demikian dari sisi kualitas kredit, lanjut Veronika, khusus NPL kredit consumer OCBC NISP ada di bawah 2%. Ia mengklaim, pihaknya sangat berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan baru mengingat kondisi perekonomian nasional yang tengah melambat.
“Dari sisi market share (pangsa pasar terhadap KPR industri) sudah lebih dari 1%. Sekitar 1-3%, nomor satu masih BTN,” tandasnya. (*) Paulus Yoga
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More