OCBC NISP; Tambah produk. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta – Bank OCBC NISP bekerja sama dengan Otoritas Pendapatan Dalam Negeri Singapura (IRAS) agar warganya bisa mengecek dan membayar pajak langsung dari aplikasi digital banking. Nasabah semakin dimudahkan dengan bisa mengecek jumlah pajak secara langsung dan sekaligus melakukan pembayaran.
Terobosan ini bisa dilakukan setelah OCBC NISP melakukan integrasi pembayaran dengan Otoritas Pendapatan Dalam Negeri Singapura melalui application programming interface (API). OCBC juga melakukan 500 jam studi pengalaman nasabah dalam bertransaksi dengan 80 orang responden dengan profil dan latar belakang yang berbeda untuk merancang fitur ini.
“Nasabah akan mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kesehatan keuangan mereka. Sekarang, nasabah dapat memperhitungkan pengeluaran pajak mereka,” ujar Sunny Que Head of Consumer Financial Services OCBC NISP seperti dikutip di Jakarta.
Sebagai informasi, nasabah OCBC di Singapuran sekarang dapat melihat jumlah saldo pajak dan melakukan pembayaran pajak segera di OCBC Financial OneView. Nasabah juga dapat memutuskan apakah mereka ingin membayar saldo pajak mereka secara penuh atau sebagian.
Kedua tindakan tersebut dapat dilakukan melalui platform perbankan digital OCBC Bank. Selain itu, dalam hal pajak properti, pelanggan dapat melihat saldo terutang mereka dengan mencari nomor referensi pajak atau kode pos. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More