Categories: Perbankan

OCBC NISP Dukung Pembukaan Data Nasabah Untuk Pajak

Jakarta–Rencana pembukaan data nasabah untuk keperluan perpajakan menurut Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC NISP) Parwati Surjaudaja merupakan pemicu untuk transparansi. Selain menyambut baik rencana itu, ia juga berharap Pemerintah bertindak proaktif bahkan sebelum aturan itu berlaku yang direncanakan 2018 nanti.

” Ini kan akan jadi pemicu bukan hanya untuk memulangkan aset tapi ini akan produktif untuk perekonomian, karena kan mungkin seperti banyak diberitakan saat ini banyak transaksi di Hong Kong, Singapura,” kata Parwati di Jakarta, Selasa 8 Desember 2015.

Menurutnya, dengan adanya pembukaan data nasabah tersebut misalnya Indonesia dan Singapura akan otomatis menukar data nasabah dari kedua negara.”Akan otomatis tukar data seperti pengiriman nama, alamat, NPWP, jumlah penghasilan dan saldo rekening,” tambah dia.

Menurut Parwati akses data ini bukan untuk publik melainkan untuk kebutuhan kantor pajak.

Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera membuat petunjuk pelaksanaan terkait dengan akses informasi perbankan yang akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal pajak pada 2017.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro Indonesia mulai menerapkan sistem keterbukaan data perbankan pada 2017. Bambang mengatakan,  perjanjian Sistem Pertukaran Informasi atau Automatic Exchange System of Information (AEol) antar Negara yang akhirnya disetujui dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Turki tahun ini.

AEol merupakan sistem pendukung pertukaran informasi rekening wajib pajak antarnegara. Dengan AEol pembukaan rekening oleh wajib pajak di Negara manapun akan langsung terlacak oleh otoritas pajak Negara asal.(*) Ria Martati

Apriyani

Recent Posts

Banyak Bank Rombak Manajemen, OJK Optimistis Kinerja Perbankan 2026 Lebih Baik

Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More

13 mins ago

Krisis Ekonomi Hantam Iran, Nilai Tukar Rial Ambruk

Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More

28 mins ago

Kasus Pajak PT Wanatiara Persada Terbongkar, KPK Sebut Negara Rugi Rp59 Miliar

Poin Penting KPK mengungkap kerugian negara hingga Rp59 miliar akibat pengurangan kewajiban PBB PT Wanatiara… Read More

37 mins ago

Kriminalisasi Kredit Macet: Wahai Bankir Himbara dan BPD, Stop Dulu Kucurkan Kredit!

Oleh The Finance Team NAMANYA bank, sudah pasti ada kredit macet. Kalau tidak mau macet,… Read More

43 mins ago

Intip Kekayaan Kepala Kantor Pajak Jakut Dwi Budi Iswahyu yang Kena OTT KPK

Poin Penting Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka… Read More

48 mins ago

Defisit Fiskal dan Pertumbuhan Kredit: Penyangga Rapuh PDB dari Sisi Konsumsi Masayarakat

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan STRUKTUR pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama menunjukkan… Read More

59 mins ago