Categories: Perbankan

OCBC NISP 4 Kali Raih "Indonesia Most Trusted Company"

Jakarta–PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC NISP) kembali mempertahankan predikat “Indonesia Most Trusted Company” untuk keempat kalinya.

Penghargaan tersebut diberikan pada OCBC NISP karena berhasil menerapkan prinsip tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) dengan baik berdasarkan Corporate Governance Perception Index (CGPI). Penghargaan diterima langsung oleh Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja Kamis (17/12) di Hotel Shangri-La, Jakarta.

CGPI award merupakan penghargaan prestisius dibidang GCG bagi perusahaan-perusahaan publik, BUMN, BUMD maupun perusahaan non publik. Penghargaan yang digelar oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) bekerjasama dengan majalah SWA mengambil tema “GCG dalam Perspektif Penciptaan Nilai”. Melalui tema ini, penerapan GCG diharapkan bukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban (compliance) tetapi juga menciptakan nilai yang berkelanjutan.

IICG menggunakan 12 aspek yang menjadi dasar/index dalam proses penilaian yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness didukung pula oleh aspek komitmen, kerjasama, kepemimpinan, kompetensi, nilai moral, etika serta visi dan misi perusahaan. Penilaian dilakukan secara ketat melalui empat tahapan yaitu penilaian mandiri (self assesment) dengan responden dari internal dan eksternal bank, penyampaian dan kelengkapan dokumen, penyusunan makalah, serta observasi team juri untuk menguji makalah yang disertai verifikasi proses dari data dan informasi yang telah dikirim sebelumnya.

“Kami sangat bangga dengan kembali ditetapkannya Bank OCBC NISP sebagai Indonesia Most Trusted Company dalam CGPI award ini. Pencapaian dan prestasi yang kami terima ini merupakan pengakuan sekaligus tantangan bagi kami untuk senantiasa menerapkan tata kelola perusahaan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang,” ujar Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat 18 Desember 2015. (*) Rezkiana Nisaputra

Paulus Yoga

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

5 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

5 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

6 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

10 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

19 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

19 hours ago