News Update

Obligor BLBI Marimutu Sinivasan Ditangkap Saat Diduga Mau Kabur ke Malaysia

Jakarta – Pengemplang atau obligor BLBI Marimutu Sinivasan berhasil ditangkap saat hendak pergi ke Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) oleh Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Entikong di Kalimantan Barat.

Pemilik Group Texmaco ini merupakan salah satu obligor BLBI yang masuk ke dalam Daftar Pencegahan keluar wilayah Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi pada 3 Juni 2024. Permintaan ini atas perintah dari Menteri Keuangan terkait alasan piutang negara.

“Lebih tepatnya mencegah beliau keluar via PLBN Entikong Kalbar. Paspor kita tahan,” ujar Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim, dikutip Senin, 9 September 2024.

Baca juga: Satgas BLBI Sita Aset Obligor di Sejumlah Wilayah Indonesia, Segini Nilainya

Dirangkum dari berbagai sumber, Grup Texmaco pada saat terjadi krisis keuangan tahun 1998 meminjam uang ke berbagai bank. Di mana bank-bank tersebut dibailout atau ditalangi oleh pemerintah saat krisis dan penutupan bank.

“Kemudian bank-bank tersebut di-bailout atau ditalangi oleh pemerintah pada saat terjadi krisis dan penutupan bank,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Marimutu Sinivasan membantah jika perusahaannya memiliki utang BLBI. Namun, dia mengatakan perusahaan memang punya utang kepada negara, tetapi bukan terkait dengan BLBI.

Baca juga: Satgas BLBI Kantongi Rp38,2 Triliun dari Obligor Sejak Dibentuk 2021

Sri Mulyani menjelaskan, Grup Texmaco meminjam untuk divisi engineering senilai Rp8,08 triliun dan USD1,24 juta. Lalu, untuk divisi tekstilnya ada pinjaman Rp5,28 triliun dan USD256,59 ribu. Ditambah dengan pinjaman dalam bentuk mata uang lain.

Adapun, Marimutu Sinivasan adalah salah satu seoarang pengusaha nasional yang sangat sukses. Pada 1970, ia mendirikan Texmaco pada 1970, di mana perusahaan itu sebelumnya bernama Djaya Perkasa. (*)

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

2 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

7 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

7 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

8 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

8 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

8 hours ago