Pembiayaan WOM Finance Tumbuh 53% di Kuartal I-2018
Jakarta–PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menyelenggarakan due diligence meeting dan public expose dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan II Wom Finance Tahap I Tahun 2016.
Perseroan berencana melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan II dengan target dana Rp4,5 triliun.
Presiden Direktur Wom Finance Djaja Suryanto Sutandar mengatakan Perseroan akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Wom Finance Tahap I Tahun 2016 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp800 miliar dalam dua seri (Seri A-370 hari dan Seri B-3 tahun).
Dana yang didapat dari emisi obligasi ini akan digunakan sebagai modal kerja perseroan untuk pembiayaan konsumen. Penjamin emisi obligasi ini adalah PT Bahana Securities, PT Indo Premier Securities dan PT Maybank Kim Eng Securities. Obligasi ini sendiri mendapatkan peringkat AA dari Fitch Ratings Indonesia.
“Kami optimistis obligasi ini akan sukses dengan makin membaiknya kondisi pasar,” kata Djaja di Jakarta, Rabu, 18 Mei 2016.
Obligasi yang ditawarkan memiliki jaminan piutang lancar sebesar 60% dari pokok terhutang dengan pembayaran bunga secara triwulanan. Wom Finance berharap mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 10 Juni 2016, dan melakukan masa penawaran umum pada 14-16 Juni 2016. Penjatahan direncanakan untuk dilakukan pada 17 Juni 2016 dan distribusi obligasi secara elektronik pada 21 Juni 2016 serta ditutup dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Juni 2016. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More