Jakarta – Pada masa digital, setiap aplikasi, terutama di sektor perbankan harus mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Aplikasi Cloud Ready didapuk mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan pengguna karena kemampuannya untuk menyajikan berbagai layanan yang berbeda.
Arief Pribadi, Technical Director Nutanix Indonesia mengungkapkan, aplikasi siap cloud saat ini memiliki arsitektur layanan mikro. Setiap aplikasi, terdiri dari layanan-layanan yang terkumpul menjadi satu, terkoneksi melalui application programming interface (API), dan independen.
Melalui aplikasi cloud ready, pengembang mampu menyesuaikan layanan pada aplikasi dengan kebutuhan dan keinginan para pengguna atau nasabah. Sehingga, efisiensi bisnis dapat ditingkatkan dengan tempo yang lebih cepat.
“Benefit bagi bisnis adalah agility dan kegesitan bisnis dalam merespon kebutuhan pasar. Nantinya, service mana yang paling sering digunakan masyarakat, service itulah yang paling sering kita kembangkan,” jelas Arief dalam sebuah diskusi virtual bertema “The Importance of Hybrid Could Enhancing Banking Services”.
Arief mengungkapkan, aplikasi cloud ready cocok untuk diterapkan pada sektor perbankan terutama di masa digital seperti sekarang. Melalui aplikasi could ready, perbankan bisa memberikan layanan-layanan, seperti membuka rekening tanpa harus ke cabang, membuka deposito tanpa ke customer service, transaksi QR, dan transaksi e-wallet.
Dengan penyesuaian layanan, lanjutnya, perbankan akan mampu menarik lebih banyak nasabah baru dan mempertahankan nasabah yang sudah loyal. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) akan menerbitkan obligasi Rp8–Rp10 triliun sepanjang 2026… Read More
Generali Indonesia resmi luncurkan GEN Syariah Perlindungan Aman, yang merupakan produk perlindungan jiwa berbasis syariah… Read More
Poin Penting GEN Syariah Perlindungan Aman menawarkan santunan jiwa yang bertumbuh hingga 250 persen serta… Read More
Poin Penting Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tetap meski konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran… Read More
Poin Penting Momentum libur panjang mendorong lonjakan transaksi digital, terutama pembelian tiket, hotel, dan ritel,… Read More
Poin Penting OJK memetakan tiga risiko konflik AS-Israel vs Iran: lonjakan harga minyak, kenaikan inflasi… Read More