Perbankan

Nobu Bank Bukukan Laba Bersih Rp481,3 Miliar, Tumbuh 46,30 Persen di 2025

Poin Penting

  • Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy.
  • Kredit naik 20,07% dengan KPR sebagai kontributor utama.
  • Bisnis digital dan fee based income jadi pendorong kinerja, didukung permodalan kuat.

Jakarta – PT Bank Nationalnobu Tbk (Nobu Bank) membukukan laba bersih Rp481,3 miliar sepanjang 2025 atau meningkat 46,30 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

“Kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi operasional, serta penguatan sumber pendapatan berbasis transaksi,” ujar Corporate Secretary Nobu Bank Mario Satrio dalam keterangannya, Kamis, 2 April 2026.

Di sisi intermediasi, penyaluran kredit Nobu Bank mencapai Rp24,2 triliun, tumbuh 20,07 persen yoy dengan kontribusi utama berasal dari segmen konsumer khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan segmen UKM dan mikro.

Secara rinci, dari sisi struktur portofolio kredit, kredit konsumer tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan pertumbuhan 18,23 persen (yoy) dan mendominasi portofolio kredit perseroan hingga 56,9 persen pada akhir 2025.

“Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pemasaran produk KPR Primary, serta partisipasi aktif Nobu Bank dalam mendukung program perumahan pemerintah,” imbuhnya.

Baca juga: Nobu Bank Dukung Perluasan QRIS Tap untuk Transportasi Umum

Nobu Bank berpartisipasi dalam berbagai program strategis sektor perumahan, antara lain melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Kredit Program Perumahan (KUR Perumahan), yang merupakan skema pembiayaan dengan proses yang cepat, bunga yang kompetitif, serta akses yang luas bagi pengembang, kontraktor, supplier, serta industri pendukung sektor perumahan.

Kualitas Aset dan Likuiditas Tetap Sehat

Pertumbuhan tersebut tetap disertai dengan pengelolaan risiko yang prudent, sehingga kualitas kredit Perseroan tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap rendah di 0,44 persen (Gross) dan dengan Rasio CKPN terhadap NPL sebesar 222 persen.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, total aset perseroan mencapai Rp41,2 triliun, meningkat 23,67 persen yoy, yang menempatkan Nobu Bank di jajaran Top 25 bank swasta nasional saat ini. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp28,9 triliun, tumbuh 18,76 persen yoy, mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan dan produk.

Baca juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, Nobu Bank Ikut Akad Massal KPR FLPP

Digital dan Fee Based Income Melesat

Sementara itu, kinerja pendapatan berbasis fee based income juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dengan berkontribusi 16,6 persen dari total pendapatan. Pendapatan ini ditopang oleh perkembangan layanan transaksi perbankan digital, agent banking, bancassurance, dan administrasi kredit.

Mario menyebutkan, dalam pengembangan bisnis digital, Nobu Bank terus memperluas jaringan merchant QRIS yang hingga akhir 2025 telah melampaui 2 juta merchant dan lebih dari 143 ribu agent banking yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia yang memperkuat posisi Perseroan sebagai Indonesia’s leader in digital payment.

Permodalan Kuat, Prospek Positif

Kinerja positif tersebut juga tecermin pada berbagai rasio keuangan Perseroan yang tetap berada pada level yang sehat. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat kuat pada level 22,29 persen, menunjukkan kapasitas permodalan yang sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.

Sementara itu, Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 1,67 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 13,07 persen, mencerminkan kemampuan Perseroan dalam mengoptimalkan aset dan modal untuk menghasilkan profitabilitas yang berkelanjutan.

Di sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada level 83,68 persen, mencerminkan struktur pendanaan yang sehat dan ruang ekspansi kredit yang tetap terjaga.

Baca juga: Bos Nobu Bank: Penghargaan Jadi Motivasi untuk Terus Berinovasi

Ke depan, Nobu Bank akan terus memperkuat fokus pada pengembangan ekosistem pembayaran digital, perluasan jaringan merchant, serta pertumbuhan kredit yang berkualitas pada sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.

“Dengan fondasi bisnis yang semakin solid, dukungan permodalan yang kuat, serta strategi pengembangan bisnis yang adaptif terhadap dinamika ekonomi dan digitalisasi layanan keuangan, Nobu Bank optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi nasabah, mitra usaha, serta para pemegang saham,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

34 mins ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

43 mins ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

57 mins ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

1 hour ago

Bank Jambi Gandeng SMF, Perkuat Likuiditas Pembiayaan Perumahan Rp200 Miliar

Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More

2 hours ago

Indonesia-Korea Selatan Sepakati Investasi Rp173 Triliun, Ini Sektornya

Poin Penting Indonesia dan Korea Selatan meneken kerja sama investasi senilai Rp173 triliun, hasil kunjungan… Read More

2 hours ago