Perbankan

Nixon Kemungkinan Besar Tetap Pimpin BTN, Jajaran Komisaris Banyak “Dipensiunkan”

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, hari ini, Rabu, 26 Maret 2025. Salah satu mata acara yang dibahas adalah perubahan susunan direksi dan komisaris.

Berdasarkan informasi yang diterima Infobanknews, Nixon L.P Napitupulu dikabarkan kemungkinan besar akan tetap bertahan menjabat Direktur Utama BTN.

“Tapi bisa saja di saat injury time Nixon akan diganti, tapi kemungkinan kecil pergantian itu, karena periodenya masih 3 tahunan,” kata sumber Infobanknews.

Baca juga: Jelang RUPS, Harga Saham BBTN Melejit 6,10 Persen

Diketahui, Nixon memang baru menjabat pimpinan bank BUMN itu sejak dua tahun lalu pada Maret 2023. Sebelumnya, Nixon pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Bank BTN sejak Maret 2021. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Dana Pensiun Bank BTN sejak September 2021.

Dari jajaran direksi lainnya, sudah dipastikan Direktur Operations and Customer Experience BTN, Hakim Putratama hijrah ke Bank Rakyat Indonesia (BRI). Berdasarkan hasil RUPST BRI pada 24 Maret 2025, Hakim diangkat menjadi Direktur Operations BRI. Kemudian, Muhammad Iqbal pulang ke rumah lama BNI sebagai Direktur Commercial Banking.

Lalu, bagaimana dengan jajaran dewan komisaris BTN? Menurut sumber Infobanknews, kemungkinan besar perombakan akan terjadi dalam tubuh dewan komisaris.

“Jajaran komisaris banyak yang dipensiunkan, bahkan hampir semua diganti. Seperti di BRI, Mandiri dan BNI,” kata sumber Infobanknews. Lebih jauh, yang menarik dari keterangan sumber, adalah orang-orang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diganti oleh pejabat dari Bank Indonesia (BI), seperti di BRI, Mandiri dan BNI.

“BTN juga akan ada orang BI sebagai komisaris,” lanjut sumber.

Baca juga: Rekam Jejak Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama BNI yang Baru

Diketahui, saat ini Komisaris Utama/Independen BTN dijabat oleh Chandra M Hamzah yang untuk pertama kalinya diangkat 27 November 2019 melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan dan dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 4 Mei 2020.

Sedangkan posisi Wakil Komisaris Utama/Independen BTN saat ini diduduki Iqbal Latanro yang diangkat berdasarkan keputusan RUPST 2021 dan dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 6 September 2021.

Adapun posisi Komisaris Independen BTN saat ini diisi Armand B. Arief, Sentot A. Sentausa, Adi Sulistyowati, dan Bambang Widjanarko. Sementara Andin Hadiyanto, Herry Trisaputra Zuna, dan Himawan Arief Sugoto, sampai sebelum RUPS sekarang ini masih aktif menjadi Komisaris BTN. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

37 mins ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

45 mins ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

2 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

2 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

2 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

4 hours ago