Singapura–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah berupaya untuk mendorong agar cost of fund lebih terjangkau sehingga dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah regional. Salah satunya dengan dengan cara menekan net interest margin (NIM) perbankan di level 3%-4% melalui kebijakan pengaturan suku bunga kredit.
Disatu sisi, hal ini berpotensi membuat bank lebih selektif dalam mengucurkan kredit.
Diksha Gera, Analis Blommberg Asia Pacific mengungkapkan, NIM di Indonesia memang paling tinggi di Asia Tenggara. “Bukan hanya karena didasarkan pada tingginya tarif, tetapi juga karena tingginya credit premium”ujar dia.
Masih kata Diksha, tingginya suku bunga juga disebabkan oleh besarnya risiko atau potensi default yang disebabkan oleh efek domino ekonomi.
Untuk mendorong agar bank lebih efisien, OJK berencana mengeluarkan kebijakan terkait pemberian insentif kepada bank yang mampu menekan NIM-nya. Aturan ini dikabarkan akan segera dirilis bulan depan. (*)
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More