Moneter dan Fiskal

Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp15.600 per Dolar AS, BI Ungkap Biang Keladinya

Jakarta – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengungkapkan penyebab rupiah yang kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga tembus Rp15.600 per dolar AS pada Rabu (4/10).

Penurunan nilai tukar rupiah ini disebabkan oleh memburuknya sentimen pasar terhadap perekonomian di AS akibat pernyataan dari dewan gubernur The Federal Reserve (The Fed) yang membuat tekanan yang besar pada perekonomian AS.

Baca juga: Kurangi Ketergantungan Dolar, BI Perluas Penggunaan Mata Uang Lokal dengan China

Dengan ada pernyataan dari member bank sentral mereka itu langsung swing market gede sekali. Anggota dewan gubernur di AS mereka bebas mengeluarkan pandangannya jadi ini yang menimbulkan ketidakpastian memengaruhi dan bukan hanya ekonomi AS tapi secara global,” ujar Destry dalam Seminar Nasional Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), Rabu, 4 Oktober 2023.

Pernyataan dari dewan gubernur The Fed tersebut, yaitu menyampaikan bahwa inflasi masih tinggi sehingga suku bunga acuan AS atau Fed Fund rate (FFR) akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.

Padahal, sebelumnya The Fed menyatakan hanya akan menaikan suku bunga acuannya sekali lagi pada pertemuan FOMC di November 2023.

Baca juga: Bye-Bye Dolar AS! BI Catat Transaksi LCT per Agustus 2023 Tembus USD4,3 Miliar

“Tiba-tiba dua hari yang lalu salah satu board membernya menyampaikan ini inflasi masih tinggi di atas kita melihat beberapa nampaknya The Fed harus pertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lama. Tambahan lagi November akan ada kenaikan FFR naik lagi 25 basis poin FFR akan sama dengan BI Rate kita 5,75 persen,” ungkapnya.

Destry menjelaskan, bahwa pernyataan dari salah satu dewan gubernur tersebut mengakibatkan indeks dolar (DXY) naik ke level 107, kemudian yield UST (US Treasury) dengan tenor 10 tahun naik ke level 4,7 persen, tertinggi sejak 2007. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More

20 mins ago

BSI Bidik 1 Juta Nasabah dari Produk Tabungan Umrah

Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More

2 hours ago

Teknologi Bata Interlock Percepat Hunian Korban Banjir Padang

Poin Penting PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyalurkan 36.000 bata interlock presisi untuk pembangunan… Read More

2 hours ago

OJK Serahkan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana di BPR Panca Dana ke Kejaksaan

Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More

4 hours ago

BSI Tabungan Umrah Jadi Solusi Alternatif Menunggu Haji

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More

5 hours ago

Bos OJK: Banyak Pejabat Internal Ikut Seleksi Dewan Komisioner

Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More

6 hours ago