Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini (28/9) dibuka pada posisi Rp14.875/US$, angka tersebut melemah 0,02% bila dibandingkan dengan penutupan perdagangan Jumat (25/9) di level Rp14.872/US$.
Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menjelaskan, meski dibuka melemah, namun nilai tukar diprediksi masih akan dapat sentimen positif. Hal tersebut terlihat dalam pergerakan aset berisiko di pasar Asia pagi ini dengan indeks saham Asia mengalami penguatan dan nilai tukar regional juga menguat terhadap dolar AS.
“Sentimen positif didorong oleh data positif dari Tiongkok yang rilis di hari Minggu. Data profit industri Tiongkok mengalami pertumbuhan 19,1% di bulan Agustus,” kata Ariston di Jakarta, Senin 28 September 2020.
Arisron menilai, industri Tiongkok tercatat selalu mengalami pertumbuhan profit sejak bulan Mei setelah pandemi berakhir di Tiongkok yang menunjukkan pemulihan ekonomi di negara tersebut.
Di sisi lain, pasar masih mewaspadai perkembangan pandemi yang masih terus menaik di Indonesia yang bisa mendorong pemerintah untuk menerapkan lockdown kembali sehingga bisa memperlambat pemulihan ekonomi dan menekan kembali aset berisiko.
“Hari ini, Rupiah bisa ikut terdorong menguat mengikuti sentimen positif tadi dengan potensi kisaran di Rp14.750/US$ hingga Rp14.850/US$,” tukas Ariston.
Sebagai informasi saja, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (28/9) kurs rupiah berada pada posisi Rp14.959/US$ terlihat melemah dari posisi Rp14.951/US$ pada perdagangan Jumat kemarin (25/9). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More