Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin, 28 Juli 2025. Rupiah dibuka di level Rp16.330 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,06 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di Rp16.320 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS akibat harapan tercapainya kesepakatan kebijakan tarif menyusul perjanjian antara Uni Eropa dan AS.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan akan adanya kesepakatan tarif ke depannya menyusul perjanjian antara EU dan AS,” kata Lukman, Senin, 28 Juli 2025.
Baca juga: Ekonomi “Rojali-Rohana” dan “Drakor” Angka Pertumbuhan
Meski begitu, menurut Lukman, penguatan rupiah masih akan terbatas. Hal ini dipicu oleh sikap investor yang mengantisipasi kemungkinan kebijakan hawkish dari bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
“Namun penguatan mungkin terbatas dan juga ada potensi bebalik melemah mengingat pekan ini investor mengantisipasi sikap hawkish the Fed dalam FOMC,” jelasnya.
Lukman menambahkan, data ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang meningkat turut mendukung penguatan dolar AS.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.322, Pasar Cermati Isu Dagang AS-Uni Eropa
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.250 hingga Rp16.400 per dolar AS sepanjang hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp16.250 hingga Rp16.400 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More
Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More
Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More