Nasional

Nilai Transaksi Narkotika di RI Bikin Geleng-Geleng Kepala, Setara 4 Kali APBD Jakarta

Jakarta – Indonesia masih menjadi ‘pasar empuk’ peredaran narkotika. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap, terdapat 851 kasus penyalahgunaan narkotika di Tanah Air pada 2022. Jumlah tersebut naik 11,1% dibanding tahun 2021 yang hanya 766 kasus. 

Sementara itu, jumlah tersangka kasus narkoba di Indonesia mengalami lonjakan. Pada 2022 saja, ada 1.350 tersangka kasus narkoba. Angkanya naik 14,02% dibanding periode tahun sebelumnya sebanyak 1.184 orang.

Rupanya, tingginya kasus penyalahgunaan narkotika di Tanah Air menjadi ceruk bisnis bagi oknum tertentu. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan, total nilai perputaran uang terkait transaksi narkotika di Indonesia bisa mencapai Rp400 triliun.

Menariknya, jumlah tersebut setara dengan setara dengan 4 kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta 2023 dengan nilai Rp83,7 triliun.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengatakan, transaksi narkotika mencapai Rp400 triliun tersebut didapat tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan sepanjang tahun 2016-2021. 

Pihaknya juga mencatat, berdasarkan hasil Penilaian Risiko nasional Indonesia terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh lembaga tersebut pada tahun 2022.

“Tindak pidana narkotika menduduki posisi kedua sebagai tindak pidana yang berisiko sebagai asal TPPU setelah korupsi,” katanya, dikutip Kamis (3/8). (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Askrindo dan Pemkab Bone Bersinergi Perkuat Pelindungan Risiko dari Aset hingga Usaha Mikro

Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More

7 mins ago

Hadirkan Fasilitas Kesehatan Premium, BRI Life dan RS Awal Bros Jalin Kolaborasi Strategis

Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More

27 mins ago

Jamkrindo Bukukan Laba Bersih Rp1,05 Triliun pada 2025

Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More

1 hour ago

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Begini Respons OJK

Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More

1 hour ago

Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025, Target Double Digit di 2026

Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More

1 hour ago

Rupiah Dibuka Melemah, Pelaku Pasar Ragu Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More

2 hours ago